BANDUNG - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa skuad Pangeran Biru tidak boleh sekadar mengincar hasil imbang pada laga pamungkas Super League 2025-2026 kontra Persijap Jepara.
Pertandingan penentu antara Persib melawan Persijap dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/4/2026) mulai pukul 16.00 WIB.
Maung Bandung sebenarnya hanya memerlukan tambahan satu poin saja untuk mengunci trofi juara musim ini sekaligus menutup peluang kompetitor terdekat mereka, Borneo FC Samarinda.
Di sisi lain, jalan Borneo FC untuk merebut takhta juara terbilang sangat berat karena mereka wajib menang atas Malut United sambil berharap Persijap mampu menumbangkan Persib di markasnya.
Oleh karena itu, Umuh mengingatkan seluruh elemen tim agar tidak terbuai oleh euforia dini mengingat trofi juara memang sudah sangat dekat, namun masih ada satu pertempuran lagi yang wajib diselesaikan.
“Saya juga bilang sama para pemain, jangan dulu euforia karena kami belum selesai,” ucap Umuh.
“Walaupun ini bisa dibilang 90% (juara) tapi kami masih ada tanda berbahaya. Tanda berbahaya kalau kami kalah itu sangat fatal ya,” sebutnya.
“Kalau draw, sudah tidak ada masalah. Tapi, saya tidak mengharapkan juga draw. Tetap harus dilibas dan tetap anak-anak apa memberikan permainan yang luar biasa dan enak ditonton sama Bobotoh,” paparnya.
Selain memberikan suntikan motivasi kepada tim, pria yang akrab disapa Pak Haji ini juga memberikan imbauan khusus kepada para pendukung setia Persib, Bobotoh, menjelang laga krusial tersebut.
Ia sangat berharap para suporter yang tidak memiliki tiket resmi untuk tidak memaksakan diri datang ke area stadion demi menjaga ketertiban bersama.
Umuh juga sangat mewanti-wanti agar kejadian invasi penonton ke dalam lapangan seperti pada momen perayaan juara musim lalu tidak terulang kembali kali ini.
“Saya pesan sama Bobotoh, harus kasihan karena ini buat kalian. Persib berjuang, saya Bobotoh juga berjuang, saya juga berangkat dari Bobotoh.”
“Jadi di sini saya minta kepada semua di tanggal 23 (Mei), mohon kalau yang tidak punya tiket ya, jangan masuk ke lapangan atau memaksakan diri ya,” pesan Umuh.
“Kami sama-sama jaga jangan sampai ada ada kekacauan. Karena orang bisa tiga atau empat kali lipat. Biasa penonton 30.000, bisa orang ratusan ribu datang,” tutur Umuh.
“Mereka sudah ada yang billing, tidak apa-apa saya datang walaupun tidak nonton ke dalam stadion, nunggu-nunggu di luar untuk arak-arakan.”
“Nah, ini lagi dibicarakan, saya juga dengan Pak Kapolda bagaimana nanti cara pengamanan malamnya itu karena sih ngeri nanti kalau anak-anak tidak bisa pulang besok udah ada pawai,” paparnya.