JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan dukungannya atas kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenai perubahan nomenklatur program studi (Prodi) Teknik menjadi Rekayasa pada seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Bagi Lalu, pergantian nomenklatur ini adalah langkah positif demi memperkuat sistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pada bidang teknik.
Di samping itu, langkah ini dipandang lebih relevan dan selaras dengan pemakaian istilah internasional engineering pada lingkup akademik global.
“Perubahan nomenklatur dari Teknik menjadi Rekayasa merupakan langkah yang baik untuk menyepadankan istilah yang kami gunakan dengan terminologi internasional, yaitu engineering. Ini penting agar lulusan Indonesia semakin mudah beradaptasi dan memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Lalu seperti dikutip di Jakarta, Senin (18/05/2026).
Regulasi terkait pergeseran nomenklatur ini telah berlaku mulai 9 September 2025 melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 mengenai Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.
Meski begitu, Lalu memberikan catatan agar aturan tersebut tidak ditafsirkan sebagai hal yang bersifat memaksa.
Ia menilai bahwa tiap-tiap perguruan tinggi wajib tetap diberikan ruang serta kebebasan akademik untuk menyelaraskan penerapan aturan ini, berlandaskan situasi dan kesiapan dari tiap institusi.
“Yang terpenting, bukan semata perubahan nama, namun bagaimana perguruan tinggi terus meningkatkan kualitas pendidikan Teknik atau Rekayasa agar mampu melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Jadi, riset dan inovasi harus semakin maju,” ucapnya.
Pada momen itu, Lalu pun mengimbau supaya pihak pemerintah turut mengulurkan sokongan yang riil terhadap luaran riset, inovasi, sekaligus karya yang ditelurkan oleh mahasiswa maupun dosen di bidang Teknik atau Rekayasa.
“Pemerintah harus hadir mendukung pengembangan riset, inovasi, dan karya-karya anak bangsa dari kampus. Dengan begitu, pendidikan Teknik atau Rekayasa benar-benar menjadi motor penggerak kemajuan industri, teknologi, dan kemandirian nasional,” kata Lalu.