Strategi Cen Sui Lan Dorong Pembangunan Pelabuhan di Natuna

Strategi Cen Sui Lan Dorong Pembangunan Pelabuhan di Natuna
Bupati Natuna Cen Sui Lan didampingi Wakil Bupati Jarmin Sidik memimpin rapat FGD bersama Kementerian Perhubungan.

NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memperjuangkan pembangunan 40 titik pelabuhan melalui FGD bersama Kemenhub untuk memperkuat konektivitas di wilayah perbatasan.

Pemerintah Kabupaten Natuna memanfaatkan kehadiran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk menyampaikan urgensi perbaikan akses transportasi air.

“Dengan dilaksanakannya FGD di Natuna, tentu memudahkan kita menyampaikan semua usulan yang telah dirancang. Semua stakeholder juga bisa langsung memberikan tanggapan,” ujar Cen, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).

Cen menjelaskan bahwa survei telah dilakukan pada 40 titik lokasi yang direncanakan untuk menjalani proses pembangunan maupun renovasi.

Langkah ini diambil karena kondisi geografis wilayah yang terdiri dari gugusan pulau menuntut adanya fasilitas sandar kapal yang mumpuni.

Bupati Natuna tersebut menegaskan bahwa keberadaan pelabuhan yang layak merupakan kebutuhan mendasar bagi mobilitas warga di perbatasan.

Persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya fasilitas pendukung seperti ruang tunggu penumpang di dermaga.

Kurangnya sarana tersebut seringkali menyulitkan warga saat harus menghadapi cuaca ekstrem di tengah perjalanan antar pulau.

Cen berpendapat, bahwa percepatan revitalisasi infrastruktur laut akan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik dan harga kebutuhan pokok.

Selain perbaikan fasilitas yang sudah ada, fokus utama pemerintah daerah saat ini tertuju pada rencana proyek di Pulau Panjang.

Meskipun prosesnya masih melalui tahapan birokrasi yang cukup panjang, usulan tersebut terus didorong agar mendapatkan alokasi anggaran tetap.

Pihak otoritas pelabuhan juga tengah memantau progres pengembangan di wilayah Selat Lampa yang direncanakan berjalan dalam 2 tahap.

Pengerjaan area darat diproyeksikan mulai berjalan pada 2026, sedangkan konstruksi area laut akan menyusul pada tahun berikutnya.

Dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi faktor penentu agar jadwal pembangunan infrastruktur ini tidak mengalami hambatan teknis.

Keberhasilan pembangunan ini diharapkan mampu menghapus isolasi wilayah dan memperkuat kedaulatan negara di garda terdepan Nusantara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index