Portofolio Jamkrida Sumbar Didominasi Penjaminan Kredit Nonproduktif

Portofolio Jamkrida Sumbar Didominasi Penjaminan Kredit Nonproduktif
Jamkrida Sumbar menyebut porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3% dari total portofolio per Maret 2026.

JAKARTA – PT Jamkrida Sumbar mencatat porsi penjaminan nonproduktif mencapai 66,3 persen dari total portofolio per Maret 2026 akibat matangnya ekosistem pasar.

Data tersebut menunjukkan bahwa lini penjaminan produktif saat ini baru menyentuh angka 33,7 persen.

"Per Maret 2026, porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3%, sedangkan penjaminan produktif 33,7%," katanya kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).

Ibnu Fadhli menjelaskan bahwa permintaan terhadap pembiayaan konsumtif masih sangat tinggi di pasaran.

Pola bisnis yang sudah matang membuat produk ini menjadi penyumbang utama bagi perusahaan.

Lembaga keuangan mitra juga memberikan dukungan melalui ketersediaan pipeline yang stabil setiap waktu.

Ibnu Fadhli berpendapat, bahwa ekosistem yang sudah terbentuk baik dari sisi regulasi maupun mekanisme kerja sama membuat produk penjaminan kredit lebih mudah dijalankan secara masif.

Pihak manajemen kini sedang menyusun langkah strategis untuk memperluas jangkauan ke mitra baru.

Sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara menjadi target perluasan kerja sama di masa depan.

Upaya edukasi pasar mengenai produk nonkredit juga terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Sistem teknologi informasi dan manajemen risiko turut diperkuat untuk mendukung skema produk yang lebih fleksibel.

Ibnu optimistis kontribusi sektor nonkredit akan tumbuh seiring dengan penguatan kapasitas internal perusahaan.

Secara struktural, industri penjaminan memang masih menghadapi tantangan besar dalam hal diversifikasi produk.

Terdapat 12 jenis produk penjaminan yang sebenarnya dapat dijalankan sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index