BANDUNG – Kabar penutupan Jalan Diponegoro Bandung dibantah Kang Dedi dengan menegaskan bahwa plang yang terpasang tidak berlaku dan akses kendaraan tetap dibuka normal.
Suasana di kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat tersebut sempat memicu tanda tanya besar bagi para pengguna jalan yang melintas. Pasalnya, terdapat papan pengumuman yang mengisyaratkan pembatasan akses kendaraan di jalur strategis tersebut secara mendadak.
"Jalan ini tetap berfungsi seperti biasa bagi masyarakat dan tidak ada kebijakan penutupan wilayah yang dilakukan oleh otoritas terkait saat ini," ujar Dedi Mulyadi, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Dedi Mulyadi berpendapat, kemunculan plang tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh oknum tertentu yang mencoba menciptakan kebingungan tanpa koordinasi resmi dengan pihak keamanan maupun dinas perhubungan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu penutupan jalur yang beredar di media sosial. Pihak petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk segera menertibkan atribut penutupan jalan yang tidak mengantongi izin resmi pemerintah.
Aliran kendaraan terpantau masih mengalir stabil dari arah Gasibu menuju arah pusat kota tanpa ada hambatan fisik di badan jalan. Kepastian mengenai status jalan ini menjadi penting mengingat fungsinya sebagai urat nadi aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Kota Kembang.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian akan terus ditingkatkan guna mencegah tindakan sepihak yang dapat mengganggu kenyamanan publik. Evaluasi terhadap tata tertib pemasangan rambu informasi juga menjadi fokus perhatian pasca insiden pemasangan plang tersebut.