BANJARMASIN - Pemprov Kalsel targetkan integrasi data berbasis NIK melalui DTSEN untuk memastikan program kesejahteraan masyarakat lebih tepat sasaran dan efisien.
Tata kelola informasi kependudukan di Kalimantan Selatan kini memasuki babak baru melalui sinkronisasi yang lebih mendalam.
Muhammad Hidayatullah mengonfirmasi bahwa pendaftaran akun Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang melibatkan Bappeda telah selesai dilakukan.
“Kami berharap DTSEN dapat mengoneksikan kebutuhan data lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, berbasis NIK penduduk. Dengan demikian, data pada KTP benar-benar bermanfaat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan setiap bantuan atau intervensi kebijakan menyentuh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Muhammad Hidayatullah berpendapat bahwa integrasi data yang mengacu pada Nomor Induk Kependudukan ini nantinya akan menyerupai pola yang sudah mapan pada sistem perpajakan.
Efisiensi menjadi target utama mengingat selama ini masih banyak data sektoral yang tersimpan secara terpisah di setiap instansi.
Pemanfaatan Portal Data Kalimantan Selatan diproyeksikan menjadi jembatan penghubung komunikasi informasi antar-SKPD yang ada.
Proses pengisian data teknis segera dilakukan setelah tahap aktivasi akun rampung dilaksanakan oleh pihak terkait.
Sinkronisasi ini juga bertujuan meminimalisir kendala pemahaman teknis di lapangan yang sering menjadi hambatan koordinasi.
Pemerintah daerah optimis bahwa melalui sistem yang terpadu, program di bidang kesehatan maupun sosial akan berjalan jauh lebih efektif.