JAKARTA - Hasil imbang Liverpool di kandang Fulham tidak sekadar berbicara soal skor akhir.
Pertandingan ini kembali membuka diskusi mengenai pendekatan taktik Arne Slot yang dinilai terlalu eksperimental dalam situasi krusial. Sejak menit awal, pilihan susunan pemain dan pembagian peran sudah memunculkan tanda tanya.
Liverpool datang dengan kondisi tidak ideal akibat absennya beberapa penyerang utama. Namun, keputusan Slot justru memperlihatkan keberanian yang berujung risiko. Alih-alih menyesuaikan dengan kekuatan pemain yang tersedia, ia kembali memaksakan skema yang belum sepenuhnya meyakinkan.
Kondisi tersebut membuat Liverpool tampil kurang menggigit. Dominasi penguasaan bola tidak diiringi dengan ancaman nyata, sementara Fulham terlihat lebih nyaman menjalankan rencana permainan mereka.
Gol Harry Wilson Jadi Cermin Masalah Liverpool
Ironi muncul ketika Fulham membuka keunggulan melalui Harry Wilson. Mantan pemain Liverpool itu mencetak gol pada menit ke-17 dengan pergerakan cerdas dan penyelesaian klinis, sesuatu yang justru absen dari permainan tim tamu.
Wilson bergerak ke sisi berlawanan, memanfaatkan sentuhan matang Raul Jimenez, lolos dari jebakan offside, lalu menaklukkan Alisson. Gol tersebut seolah menjadi tamparan bagi Liverpool yang kesulitan menciptakan peluang serupa.
Di sisi lain lapangan, Liverpool gagal menunjukkan efektivitas di area sayap. Serangan mereka mudah dibaca, minim variasi, dan terlalu bergantung pada upaya individu yang tidak konsisten.
Penempatan Pemain Sayap Kembali Dipertanyakan
Salah satu keputusan paling disorot adalah penempatan Dominik Szoboszlai sebagai winger kanan. Pemain asal Hungaria itu sejatinya bukan sayap murni, dan performa terbaiknya musim ini justru muncul saat bermain di lini tengah.
Slot kembali memaksanya bermain melebar, sebuah eksperimen yang tidak berjalan mulus. Szoboszlai terlihat kesulitan memberi penetrasi dan tidak mampu memberikan ancaman berkelanjutan dari sisi kanan.
Sementara itu, Cody Gakpo dipercaya memimpin lini depan menggantikan Hugo Ekitike. Perannya sebagai ujung tombak berjalan cukup baik, namun kurang mendapat suplai berkualitas dari kedua sisi lapangan.
Opsi Sayap Diabaikan Meski Dibutuhkan
Keputusan Slot semakin terasa janggal ketika Federico Chiesa kembali diabaikan. Padahal, absennya Mohamed Salah seharusnya membuka peluang bagi Chiesa untuk mengisi sektor sayap dan memberi dimensi berbeda.
Selain Chiesa, Rio Ngumoha juga tidak mendapatkan kesempatan. Padahal, ia tampil paling hidup dalam hasil imbang kontra Leeds sebelumnya dan menunjukkan potensi besar sebagai penyerang sayap yang eksplosif.
Ngumoha bahkan tidak dimainkan sama sekali. Slot justru memilih dua gelandang untuk mengisi sektor sayap, keputusan yang membuat Liverpool kehilangan kecepatan, lebar permainan, dan kemampuan menusuk pertahanan lawan.
Pergantian Pemain dan Dampak yang Terlambat
Situasi serupa dialami Jeremie Frimpong. Setelah tampil menjanjikan sejak bergabung dari Bayer Leverkusen, ia kembali memulai laga dari bangku cadangan di Craven Cottage. Absennya Frimpong sejak awal membuat Liverpool kurang agresif dari sisi kanan.
Saat akhirnya masuk ke lapangan, Frimpong langsung memberi dampak nyata. Umpan silangnya menjadi awal terciptanya gol Cody Gakpo, yang sempat membawa Liverpool di ambang kemenangan.
Namun, kontribusi tersebut datang terlambat. Fulham masih mampu menyamakan kedudukan lewat gol telat, membuat Liverpool kembali kehilangan poin penting akibat kurangnya kontrol permainan sejak awal.
Minimnya Ide dan Konsekuensi Eksperimen
Keputusan meninggalkan Chiesa, Ngumoha, dan Frimpong sejak menit pertama dinilai terlalu berisiko menghadapi Fulham yang sedang penuh kepercayaan diri. Liverpool kerap kehabisan ide saat membangun serangan dan terlalu mudah dipatahkan.
Gol penyama kedudukan Fulham dari jarak jauh menegaskan masalah tersebut. Setelah gol tersebut, Liverpool tetap tampil datar dan gagal meningkatkan intensitas permainan, terutama dari sektor sayap.
Fleksibilitas Szoboszlai yang sering dipuji justru berubah menjadi beban. Perannya kembali diubah, kali ini ke sayap kiri, dan Liverpool harus menanggung konsekuensi dari kurangnya spesialisasi di posisi tersebut.
Evaluasi Penting Bagi Arne Slot
Hasil imbang ini menjadi sinyal peringatan bagi Arne Slot. Eksperimen taktik memang penting dalam membangun identitas tim, tetapi konteks pertandingan dan karakter pemain tidak bisa diabaikan.
Liverpool membutuhkan kejelasan peran, terutama di sektor sayap yang menjadi sumber kreativitas utama. Tanpa itu, dominasi permainan hanya akan berujung pada penguasaan bola tanpa ancaman.
Jika Slot ingin membawa Liverpool bersaing di level tertinggi, keputusan-keputusan berisiko seperti ini perlu dievaluasi. Fleksibilitas harus diimbangi dengan ketepatan, agar eksperimen tidak terus berujung masalah.