JAKARTA - Penjualan perangkat elektronik terus menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ritel modern, terutama di segmen smartphone premium.
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencatat lonjakan kinerja penjualan pada November 2025, yang sebagian besar ditopang oleh tingginya permintaan Apple iPhone 17.
Lonjakan ini tercermin dari indikator same store sales growth (SSSG) yang menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Permintaan yang tetap solid terhadap produk unggulan seperti iPhone 17 menjadi katalis utama pencapaian ini. Selain smartphone, peluncuran produk pendukung lain juga memberikan kontribusi positif, mencerminkan strategi Erajaya dalam menghadirkan portofolio produk yang relevan dan diminati pasar.
Lonjakan Penjualan ERAA Didukung iPhone 17
Manajemen ERAA menyatakan bahwa Apple iPhone 17 tetap menjadi pemicu utama peningkatan penjualan pada November 2025. Produk ini mencatat permintaan yang tinggi dari pelanggan, dan tren tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga Desember 2025.
Dampak lonjakan penjualan terlihat pada indikator SSSG:
SSSG ERAA November 2025: 41,2 persen
SSSG ERAA Oktober 2025: 30,5 persen
Kenaikan ini menunjukkan akselerasi yang signifikan meskipun menghadapi basis perbandingan tinggi dari bulan sebelumnya. Secara kumulatif, kinerja yang kuat mendorong SSSG 11 bulan 2025 mencapai 4,5 persen, meningkat sekitar 3,75 kali dibandingkan SSSG 10 bulan 2025 yang sebesar 1,2 persen.
Manajemen Erajaya menyebut pencapaian ini sebagai bukti strategi penjualan yang efektif, serta keberhasilan pemilihan produk yang relevan dengan tren pasar dan preferensi konsumen.
Kontribusi Anak Usaha ERAA
SSSG PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL), anak usaha ERAA, juga mencatat kinerja positif pada November 2025. Peningkatan penjualan dipicu oleh tingginya permintaan iPhone 17 melalui gerai Urban Republic, yang menjadi salah satu saluran distribusi utama ERAA.
Selain iPhone 17, peluncuran DJI Osmo Action 6 pada pertengahan November turut memberikan dampak positif terhadap SSSG ERAL:
SSSG ERAL November 2025: 22,7 persen
SSSG ERAL Oktober 2025: 19,2 persen
Kinerja ini turut mendorong pertumbuhan kumulatif SSSG 11 bulan 2025 menjadi 15,1 persen, meningkat dibandingkan 14,3 persen pada 10 bulan 2025. Data ini menunjukkan bahwa strategi peluncuran produk baru yang tepat waktu dan promosi di gerai strategis mampu memperkuat performa anak usaha ERAA.
Strategi Produk dan Kinerja Ritel
Kesuksesan penjualan ERAA dan ERAL menegaskan pentingnya strategi produk yang terukur dan responsif terhadap tren pasar. Faktor kunci pencapaian ini meliputi:
Penempatan produk premium seperti iPhone 17 di gerai utama
Peluncuran produk pendukung yang diminati konsumen
Pengelolaan portofolio gerai agar mudah diakses pelanggan
Strategi promosi yang menyesuaikan tren musiman dan liburan
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara produk yang diminati, waktu peluncuran yang tepat, dan saluran distribusi yang efektif menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan SSSG di pasar ritel elektronik.
Dampak Kinerja terhadap Prospek ERAA
Peningkatan penjualan pada November 2025 memberi sinyal positif bagi prospek ERAA di akhir tahun dan awal 2026. Lonjakan SSSG tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan ritel elektronik yang semakin ketat.
Beberapa implikasi strategis dari kinerja ini antara lain:
Memperkuat loyalitas pelanggan terhadap gerai dan produk ERAA
Menunjukkan efektivitas strategi distribusi dan promosi
Mendorong kepercayaan investor terhadap prospek bisnis jangka panjang
Memberikan dasar untuk ekspansi gerai dan pengembangan produk baru
Kinerja November 2025 sekaligus menjadi bukti keberhasilan ERAA dalam menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan kapasitas operasional, sehingga pertumbuhan tetap terjaga meskipun menghadapi basis perbandingan tinggi.
Secara keseluruhan, lonjakan penjualan iPhone 17 dan kinerja SSSG anak usaha ERAA menunjukkan dinamika positif di sektor ritel elektronik. Strategi peluncuran produk tepat waktu, penempatan gerai yang efektif, serta fokus pada kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.