Bahlil Beberkan Hasil Uji Coba B50, Siap Rilis 1 Juli 2026

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:13:35 WIB
Road test B50 di Lembang hingga Cirebon (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hasil uji coba penggunaan bahan bakar minyak solar yang dicampur dengan 50% minyak kelapa sawit atau biodiesel 50% (B50).

"Oh itu per 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba," katanya saat ditemui id Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (9/6/2026) dikutip dari CNBC Indonesia.

Merujuk pada data Kementerian ESDM, tingkat kesuksesan dalam pengujian B50 saat ini telah mencapai angka 80-90%.

Salah satu poin utamanya ialah kualitas bahan bakar B50 yang dilaporkan memiliki karakteristik lebih baik dalam menjaga stabilitas operasional mesin diesel.

"Sekarang kan kami uji coba terus semuanya 80 sampai 90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50," kata Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa seluruh detail dari hasil penilaian teknis tersebut akan dipaparkan kepada publik setelah pihaknya menyelesaikan analisis final.

"Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final," pungkasnya.

Sebagai informasi, B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit dan 50 persen bahan bakar fosil jenis Solar.

Proses pengujian teknis untuk jenis bahan bakar ini telah dilaksanakan di laboratorium sejak awal tahun kemarin.

Sedangkan pengujian pada kondisi nyata atau road test telah berjalan sejak 9 Desember 2025 di berbagai sektor.

Mulai dari sektor otomotif untuk kendaraan bermotor, pertambangan, peralatan pertanian, perkapalan, genset, hingga sektor perkeretapian.

Dilansir detikcom sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan program B50 merupakan buah dari pengembangan panjang pemerintah selama lebih dari 15 tahun.

Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi campuran nabati setinggi ini.

"Ini semua dipakai, semua sektor dipakai. Jadi, ini kami bersama-sama pantau karena memang ini adalah satu kegiatan yang tidak ada contohnya," kata Eniya di kawasan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

"Jadi kami melihatnya bahwa uji-uji ini semua dilakukan secara terbuka, dan nanti juga berlakukan untuk semua sektor. Jadi tidak ada yang satu misalnya masih B40, yang satu lalu B50, itu tidak ada. Semua serentak B50, karena infrastruktur yang kami punya juga lebih mudah untuk kami menerapkan satu formula," tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan penerapan B50 secara nasional bakal dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM, yang rencananya akan diterbitkan sebelum Juli 2026.

Terkini