Gubernur Kaltara Buka Musdalub DAD untuk Perkuat Persatuan Adat

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:07:31 WIB
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang bersama pengurus Dewan Adat Dayak Kaltara yang mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa, di Aula Kantor Gubernur Kaltara (FOTO: NET)

TANJUNG SELOR – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) melangsungkan agenda Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bertempat di Aula Kantor Gubernur Kaltara pada Jumat (29/5).

Gubernur Zainal memaparkan bahwa agenda Musdalub ini mengemban esensi yang krusial, bukan sekadar roda perputaran organisasi, melainkan sebagai wadah mengokohkan soliditas masyarakat adat sekaligus membentengi kehormatan tradisi Dayak di wilayah Kaltara.

“Dewan Adat Dayak merupakan rumah besar yang menaungi keberagaman dan menjadi wadah merumuskan langkah bijaksana menghadapi tantangan zaman,” kata Zainal.

Ia memandang posisi DAD Kaltara memegang peran yang sangat strategis, terlebih Kaltara berada di kawasan perbatasan negara yang amat memerlukan pilar sosial serta kultural yang kokoh.

Langkah penguatan tradisi dan budaya ini dinilai selaras dengan target pembangunan Kaltara periode 2025–2030, yaitu “Terwujudnya Fondasi Transformasi Kaltara yang Kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan”.

Pihaknya menambahkan, salah satu prioritas utama dalam pembangunan wilayah ini adalah mengokohkan ketahanan di bidang ekologi, sosial, dan budaya.

“Dalam konteks ini, Dewan Adat Dayak menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Zainal turut melayangkan apresiasi atas pluralitas sub-suku Dayak di Kaltara, seperti Lundayeh, Kenyah, Tidung, Kayan, Bulungan, serta rumpun lainnya yang menjadi jangkar penyatu daerah.

Ia menaruh harapan agar setiap ada perbedaan sudut pandang di tubuh internal organisasi dapat dirampungkan lewat semangat kekeluargaan dan rembuk bersama.

“Jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan pemersatu untuk membangun Benuanta,” pesannya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara turut memotivasi DAD agar jeli menangkap peluang ekonomi berbasis kebudayaan lokal, mulai dari seni pertunjukan, seni pahat, anyaman, manik-manik, instrumen musik tradisional, hingga sektor kuliner khas.

Ia memaparkan, apabila dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan, kekayaan budaya ini mampu menyumbang nilai tambah bagi perekonomian sekaligus mengatrol rasa bangga kaum muda terhadap akar adat daerahnya.

Mengingat posisinya sebagai wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN), elemen masyarakat adat pun diharapkan konsisten berdiri di barisan paling depan guna mengawal kelestarian hutan dan ketahanan sosial.

Pada bagian akhir pemaparannya, Zainal menegaskan kesiapan Pemprov Kaltara untuk konsisten menyokong eksistensi kelembagaan adat lewat sederet program konkret, di antaranya penguatan selebrasi budaya, pembinaan desa adat, hingga proteksi terhadap kawasan bersejarah serta situs adat setempat.

“Melalui Musdalub ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan terbaik yang mampu menjaga marwah adat sekaligus memberikan arah konstruktif bagi kemajuan tanah Kaltara,” pungkasnya.

Prosesi pembukaan agenda Musdalub DAD Kaltara tersebut disimbolkan lewat ketukan gong sebanyak tiga kali oleh Gubernur Zainal.

Terkini