Jelang Hattrick Juara Persib, Polda Jabar Jaga Ketat Jalur Pantura

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:28:53 WIB
Polda Jawa Barat mengerahkan lebih dari 2.000 personel gabungan untuk memperketat pengamanan (FOTO: NET)

BANDUNG - Polda Jabar menyoroti suporter dua tim sepak bola di jalur pantura.

Pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas apabila ada tindakan provokasi atau kekerasan saat euforia Bobotoh atas kemenangan "hattrick" juara Liga Nasional Super League Indonesia yang diraih oleh Persib Bandung.

Kombes Pol Hendra selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar dalam keterangan resminya mengatakan bahwa pihaknya memberikan peringatan keras kepada oknum suporter kelompok lain, seperti oknum Jakmania yang berada di jalur Pantura, agar tidak melakukan tindakan provokasi atau kekerasan.

"Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan ampun dan akan menindak tegas secara hukum siapa pun yang melakukan penganiayaan terhadap rombongan konvoi Bobotoh" Tegas Hendra dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Di sisi lain, Bobotoh juga diminta untuk tetap menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak melakukan pengeroyokan.

Hendra menegaskan bahwa Polda Jabar terus berkomitmen melakukan pemberantasan penyakit masyarakat secara rutin.

Polisi menyoroti maraknya penyalahgunaan obat-obatan pabrikan seperti Tramadol dan Hexymer yang kerap disalahgunakan oleh berbagai oknum masyarakat.

"Pihak kepolisian akan terus melakukan tindakan hukum tegas terhadap peredaran miras dan obat- obatan terlarang demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat," ucapnya.

Seperti diketahui, jelang Kemenganan hattrick juara Liga Super Indonesia yang di raih Persib bandung, Polda Jabar akan mengerahkan seluruh personelnya mengawal jalannya kemenangan tersebut.

Polisi juga mengimbau Bobotoh untuk merayakan kemenangan ini dengan cara positif dan tidak berlebihan.

Guna menjaga keamanan dan kenyamanan saat perayaan, polisi melarang adanya konsumsi minuman keras, penggunaan flare, bom molotov hingga senjata tajam.

Mengantisipasi hal itu, petugas juga akan melakukan razia (sweeping) secara intensif untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut.

"Gunakan kesempatan euforia ini betul-betul dengan cara yang happy Jangan menggunakan flare, molotov, atau membawa benda-benda tajam, itu dilarang keras dan kami akan melakukan tindakan penertiban (sweeping)," ujar.

Antisipasi kemacetan, Ditlantas Polda Jabar juga telah menyediakan titik-titik lokasi euforia seperti Gasibu, Dipatiukur, serta beberapa titik nonton bareng.

Pengguna jalan lain juga diimbau untuk menghindari rute- rute perayaan pasca- kemenangan demi kelancaran lalu lintas.

Pihak kepolisian membatasi perayaan pada hari Sabtu maksimal hingga pukul 23.00 atau 24.00 WIB.

Pembatasan ini dilakukan karena pada hari berikutnya (Minggu) akan dilanjutkan dengan agenda konvoi resmi kemenangan bersama seluruh komponen masyarakat.

"Diharapkan seluruh rangkaian euforia ini telah selesai sepenuhnya pada hari Senin," ucapnya.

Polda Jabar juga memecah fokus pengamanan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Langkah penyekatan akan dilakukan bagi massa suporter dari luar daerah—seperti Soreang, Rancaekek, Sumedang, hingga Cikoneng—agar mereka dapat merayakan euforia di wilayah masing-masing tanpa harus menumpuk di pusat Kota Bandung.

Terkini