Cara Yogyakarta Bikin Turis Asing Betah Lewat Bule Mengajar

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:40:48 WIB
Program Bule Mengajar diharapkan bisa meningkatkan lama tinggal wisatawan mancanegara di Kota Yogyakarta (FOTO: NET)

YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menginisiasi program "Bule Mengajar" untuk meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan mancanegara di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan program tersebut berawal dari permintaan Wali Kota Yogyakarta agar Dinas Pariwisata membuat terobosan dalam pengembangan kawasan Kotagede.

Kotagede dinilai memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari sentra kerajinan perak, wisata sejarah, hingga wisata religi.

“Saya diberi challenge untuk mengembangkan bule mengajar, supaya experience turis asing bisa menularkan budaya di daerah asal mengajar untuk bule dapat pengalaman di Indonesia,” kata Lucia saat dihubungi, Rabu (20/5/2026).

Menurut Lucia, pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan wisatawan mancanegara kepada masyarakat di negara asal mereka, termasuk pengalaman mengunjungi kampung legendaris di Kota Yogyakarta seperti Kotagede yang memiliki nilai sejarah terbentuknya Kerajaan Mataram Islam.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga telah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah di kawasan Kotagede agar anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan wisatawan asing.

“Ada semacam pengalaman untuk anak-anak supaya dia saat besar nanti bisa sampai ke negerinya bule-bulenya itu, dan tergugah belajar bahasa asing,” ujarnya.

Tak hanya berinteraksi dengan pelajar, wisatawan mancanegara juga diajak mengenal budaya lokal secara langsung.

Mereka diberi tantangan mengunjungi toko perak hingga berbelanja makanan tradisional di pasar rakyat.

“Kita kasih uang untuk beli makanan khas Kotagede ada kipo ada kembang waru, yangko jadi mereka belanja ke Pasar Legi dan kami ajak ke Kampung wisata Purbayan,” kata dia.

Lucia menjelaskan, program "Bule Mengajar" diharapkan mampu meningkatkan rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Yogyakarta.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan orientasi utama setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di sektor pariwisata.

Menurut Wawan, program Bule Mengajar tidak sekadar menghadirkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung dengan warga melalui berbagai aktivitas.

“Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu. Dari situ ada dampak ekonomi, sosial, dan pemberdayaan warga,” ujar Wawan.

Ia menilai keterlibatan wisatawan dalam aktivitas masyarakat dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja produk UMKM lokal, sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi hingga tingkat kampung.

“Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Wawan menegaskan wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta tetap harus menghormati aturan, budaya, dan norma yang berlaku di masyarakat.

“Walaupun mereka tamu dan wisatawan, kami tetap harus punya prinsip. Mereka harus mengikuti aturan, budaya, dan norma yang dimiliki Yogyakarta. Jangan semuanya dibebaskan, karena identitas dan nilai budaya lokal tetap harus dijaga,” tegasnya.

Terkini