JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merangkul kader dasawisma, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), juru pemantau jentik (jumantik), hingga posyandu guna mengedukasi warga ibu kota agar memilah sampah langsung dari rumah.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebutkan bahwa kader dasawisma hingga posyandu berperan sebagai garda terdepan di wilayah masing-masing demi memastikan kegiatan memilah sampah ini bertransformasi menjadi kebiasaan baru.
"Para kader dasawisma, ada 76 ribu, harusnya tidak ada sejengkal pun area di Jakarta atau satupun anggota keluarga di Jakarta yang tidak terangkul," kata dia dalam "Sosialisasi Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah" yang diadakan secara daring, Rabu.
Dwi menerangkan, memilah sampah sejak dari lingkup rumah menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan manajemen sampah yang lebih berdaya guna, berkelanjutan bagi alam, serta selaras dengan konsep kota megapolitan.
"Kesadaran memilah sampah hanya urusan kebersihan, tapi juga bagian dari membangun budaya supaya dari sekarang kita memang menyiapkan diri menjadi warga Jakarta yang insya Allah seperti semakin nyata posisinya di global," jelas dia.
Dwi selanjutnya mengimbau para kader dasawisma hingga posyandu untuk menerapkan langsung pemilahan sampah di rumah masing-masing lalu menyebarluaskan kebiasaan tersebut kepada warga sekitar.
"Langkah kecil yang bisa kami lakukan, maka ini akan menjadi bagian dari kontribusi bagi Jakarta dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Tindak lanjut webinar ini yaitu kami sama-sama bergerak untuk memilah sampah mulai dari rumah kami sendiri," kata dia.
Pada agenda yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas PPAPP DKI Jakarta, Hary Sutanto merasa yakin lewat partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat serta mitra kerja di lingkungan Dinas PPAPP, kegiatan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya yang diinstruksikan Gubernur Jakarta Pramono Anung bisa terealisasi secara maksimal, terutama pada sektor domestik.
"Harapannya, nantinya tidak hanya mengurangi volume sampah di Jakarta tetapi juga mendekatkan regulasi dan mensukseskan pengelolaan sampah secara masif dan berkesinambungan," kata dia.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bergerak serentak memilah sampah dari rumah lewat deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” yang menjadi bagian dari rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta Menuju 5 Abad di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5).
Memilah sampah dari sumbernya menjadi sebuah tindakan krusial demi memperkuat sistem manajemen sampah di Jakarta. Dominasi timbunan sampah berasal dari sektor rumah tangga, yang mana hampir setengahnya merupakan sampah organik dan sisanya masih memiliki nilai untuk didaur ulang kembali.
“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi.