Pecahkan Rekor Poin Era Liga 1, Target Persija Tetap Juara

Selasa, 19 Mei 2026 | 12:44:26 WIB
Persija Jakarta menutup kompetisi dengan catatan membanggakan usai mencetak rekor poin terbaik sejak era Liga 1 dimulai pada 2017 (FOTO: NET)

JAKARTA - Persija Jakarta menorehkan pencapaian baru yang sangat penting pada musim BRI Super League 2025/2026.

Skuat Macan Kemayoran berhasil melampaui rekor poin tertinggi mereka sepanjang sejarah bergulirnya era Liga 1.

Hasil positif berupa kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di pekan ke-33 menjadi momen krusial yang bersejarah untuk Persija.

Berkat tambahan tiga angka ini, klub asal ibu kota tersebut sekarang telah mengumpulkan total 68 poin dalam klasemen sementara.

Perolehan angka ini secara resmi melewati catatan rekor terdahulu yang sempat diukir pada kompetisi musim 2022/2023.

Pada periode tersebut, Macan Kemayoran mengakhiri kompetisi dengan mengemas 66 poin saat masih berada di bawah asuhan pelatih Thomas Doll.

Penampilan yang impresif dan stabil di sepanjang musim ini membuat Persija kembali disegani sebagai salah satu kekuatan besar di ranah sepak bola tanah air.

Bahkan, jumlah poin mereka masih berpotensi bertambah hingga menyentuh angka 71 jika sanggup mengamankan kemenangan di pertandingan pekan pamungkas.

Rekam jejak dan dinamika perjalanan Persija di pentas Liga 1 memang kerap melewati fase pasang surut yang dinamis.

Kendati demikian, kompetisi musim 2025/2026 ini terbukti menjadi salah satu pembuktian performa paling konsisten bagi Macan Kemayoran.

Menilik ke belakang pada musim perdana Liga 1 tahun 2017, Persija menyudahi kompetisi di urutan keempat lewat perolehan 61 poin.

Satu tahun berselang, mereka sukses merengkuh trofi juara Liga 1 2018 di bawah komando taktik Stefano Cugurra dengan membukukan total 62 poin.

Pascamasa keemasan itu, grafik performa tim ibu kota ini sempat merosot cukup tajam.

Mereka terlempar ke peringkat ke-10 pada musim 2019 dengan raihan 44 poin, serta kembali menemui jalan terjal saat terdampar di posisi kedelapan pada musim 2021/2022.

Sinyal kebangkitan sempat memancar tatkala Thomas Doll mengantarkan Persija menduduki posisi runner-up pada musim 2022/2023 dengan raihan 66 poin.

Sayangnya, stabilitas tersebut kembali goyah setelah Persija berturut-turut finis di peringkat kedelapan dan ketujuh pada dua musim setelahnya.

Memasuki musim ini, kolektivitas permainan Persija terlihat jauh lebih matang dalam berbagai sektor di lapangan.

Faktor stabilitas performa inilah yang menjadi pembeda paling mencolok jika dikomparasikan dengan beberapa musim terdahulu.

Arsitek tim Mauricio Souza dianggap sukses menanamkan filosofi serta identitas bermain yang jauh lebih agresif sekaligus efektif.

Macan Kemayoran juga mempertontonkan konsistensi tinggi saat bersua dengan klub-klub papan atas maupun ketika melakoni laga tandang.

Walaupun telah sukses melampaui rekor poin internal klub di kasta tertinggi Liga 1, Mauricio Souza menyatakan dirinya belum merasa puas sepenuhnya.

Juru taktik yang berasal dari Brasil tersebut menegaskan bahwa bidikan utama armada Persija adalah memenangi kompetisi dan keluar sebagai kampiun.

“Saya senang dengan rekor ini. Sejujurnya, ini bukan rekor yang kami targetkan. Kami selalu berusaha menjadi nomor satu di kompetisi ini. Tapi, saya rasa ini menunjukkan sedikit dari apa yang telah kami lakukan sepanjang kompetisi," kata Mauricio.

Terkini