JAKARTA - Madura United kini berada dalam situasi sulit jelang berakhirnya BRI Super League 2025/2026.
Kekalahan 1-2 dari PSIM Yogyakarta membuat posisi Laskar Sape Kerrab semakin rawan di papan bawah klasemen.
Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026), Madura United gagal membawa pulang poin penting.
Hasil tersebut membuat persaingan menghindari degradasi semakin panas hingga pekan terakhir musim ini.
Tim asuhan caretaker Rakhmad Basuki sebenarnya tampil cukup agresif sepanjang pertandingan.
Namun, efektivitas permainan PSIM Yogyakarta membuat Madura United harus pulang dengan tangan hampa.
Kini, Madura United hanya unggul satu poin dari Persis Solo yang terus membayangi di zona bawah klasemen.
Nasib mereka untuk bertahan di BRI Super League bakal ditentukan pada laga pamungkas musim ini.
Caretaker pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengakui timnya mengalami kesulitan pada babak pertama.
Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya hingga menit akhir pertandingan.
"Pertandingan yang luar biasa. Intensitasnya sangat tinggi. Kami ucapkan selamat kepada PSIM yang malam ini dapat tiga poin," ucap Rakhmad Basuki. "Saya juga apresiasi sangat tinggi kepada pemain kami yang tidak berhenti berjuang sampai menit terakhir," sambung pelatih asal Madura tersebut.
Kekalahan dari PSIM membuat Madura United berada dalam tekanan besar menjelang pekan ke-34.
Mereka wajib menang saat menjamu PSM Makassar jika ingin aman dari ancaman degradasi tanpa bergantung pada hasil Persis Solo.
Sebaliknya, jika Madura United kalah dan Persis Solo mampu menang atas Persita Tangerang, maka Laskar Sape Kerrab dipastikan turun kasta.
Situasi itu membuat laga terakhir musim nanti menjadi pertaruhan hidup mati bagi Madura United.
Sejak berdiri pada 2016 lalu, Madura United belum pernah merasakan degradasi maupun bermain di kasta kedua.