Xiaohongshu & STB Kerja Sama Strategis Garap Tren Wisata Baru

Senin, 18 Mei 2026 | 12:08:17 WIB
Perubahan Tren Perjalanan Wisata ke Luar Negeri, Bergeser dari Panduan Wisata Menuju Selera Pribadi, Xiaohongshu dan Singapore Tourism Board Teken Kerja Sama Strategis (FOTO: NET)

SINGAPURA - Sepanjang satu tahun belakangan, preferensi melancong ke luar negeri mengalami pergeseran masif, di mana turis kini lebih condong mencari inspirasi personal ketimbang sekadar mengekor pada buku panduan konvensional.

Para pelancong sekarang berburu kedekatan emosional, petualangan anyar, hingga atmosfer urban yang menyegarkan, yang mana Singapura dipandang sebagai destinasi tepat yang sanggup mengakomodasi ekspektasi tersebut.

Di sisi lain, platform Xiaohongshu saat ini telah mewadahi sekitar 520.000 pembuat konten bidang pariwisata yang mengantongi lebih dari 1.000 pengikut.

Keberadaan para pembuat konten ini ikut mengarahkan tren sekaligus memunculkan opsi baru dalam menyusun rencana liburan, yang secara simultan membuka potensi bisnis segar bagi sektor pariwisata.

Merespons besarnya atensi publik terhadap petualangan unik dan pesona kultur mancanegara, Xiaohongshu Business pun meresmikan kemitraan strategis bersama Singapore Tourism Board guna mengoptimalkan peluang pasar yang lahir dari pergeseran tren ini.

Pihak Xiaohongshu melihat Singapura mempunyai sederet magnet pemikat yang impresif.

Negara ini dinilai sanggup memikat turis untuk berkunjung kembali berkat konsistensinya dalam menghelat kompetisi olahraga global dan selebrasi hiburan megah.

Irama kehidupan perkotaan Singapura yang khas pun sangat selaras dengan apa yang dicari oleh para pengguna Xiaohongshu.

Ditambah lagi, ketersediaan akomodasi dan layanan lokal di sana sangat klop dengan ekspektasi pelancong yang mendambakan pengalaman berlibur lebih berbobot, termasuk demi memulihkan kebugaran tubuh serta ketenangan pikiran.

Kombinasi faktor-faktor ini menegaskan potensi menjanjikan dari sektor wisata kebugaran premium sekaligus membentuk ekosistem konsumsi bernilai tinggi yang kian komplet.

Aspek pluralisme budaya serta atmosfer tropis yang dimiliki Singapura juga sangat klop dengan hasrat pelancong yang haus akan hal-hal baru.

Variasi tren tersebut memosisikan Singapura sebagai tempat paling pas untuk menjajahi petualangan wisata, layaknya membuka sebuah "blind box" dunia. (Sumber data: Xiaohongshu, Januari–Desember 2025)

Tiap-tiap kota sejatinya menawarkan daya pikat yang variatif bagi kelompok pelancong dengan preferensi spesifik.

Lewat kemitraan strategis ini, Xiaohongshu mengoptimalkan keunikan regional Singapura dipadukan dengan lebih dari 1.400 penanda perilaku pengguna (behavioral tag) pada platform mereka demi memetakan empat kelompok utama turis lintas negara lewat skema Insight Framework khusus.

Keempat segmen tersebut mencakup pembuat konten wisata yang beraspirasi membalas kebaikan orang tua lewat agenda liburan, orang tua modern yang memprioritaskan kualitas serta relaksasi, kaum muda urban yang mengejar kepuasan emosional, hingga kalangan kelas menengah muda yang memanfaatkan gaya hidup sebagai media aktualisasi diri.

Berdasarkan kompilasi data, ditemukan kesenjangan yang cukup lebar antara tingginya intensitas pencarian informasi dengan ketersediaan pasokan konten yang relevan bagi seluruh kelompok pelancong tersebut.

Konsumen muda terdeteksi sangat bergantung pada pencarian data secara real-time, akan tetapi materi yang tersedia dirasa masih kurang presisi.

Sementara itu, volume pengguna aktif bulanan di platform Xiaohongshu yang berasal dari kalangan keluarga muda dengan anak tercatat sudah menembus angka 20 juta orang.

Walau demikian, pasokan konten autentik yang diambil dari sudut pandang seorang ibu jumlahnya masih sangat minim.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa ekspektasi serta imajinasi dari para pengguna bergerak jauh lebih cepat ketimbang ketersediaan konten yang disajikan oleh pasar.

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan sebuah momentum strategis bagi Xiaohongshu serta Singapura.

Strategi Tiga Tahap untuk Membangun Ekosistem Wisata Luar Negeri Singapura pada 2026

Strategy Head, Commercial Cross-border, Xiaohongshu, Lai Sisi, memperkenalkan solusi pemasaran "tiga tahap".

Tahap pertama, memanfaatkan keunggulan sebagai pelopor industri dengan membangun matriks konten tersegmentasi berdasarkan kelompok pengguna guna membentuk kesan positif sebelum wisatawan mengambil keputusan liburan. Tahap kedua, membangun persepsi merek melalui identitas merek khas Singapura yang relevan dengan destinasi wisata, serta konsisten membentuk ekspektasi wisatawan dan keputusan konsumsi. Tahap ketiga, mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan. Melalui kontribusi bisnis, strategi seeding akan terus dikonversi menjadi konsumsi aktual sehingga menciptakan sistem pemasaran berbasiskan kinerja terukur, serta dioptimalkan secara berkelanjutan. Setiap konversi menjadi titik awal pertumbuhan berikutnya. Akumulasi konversi dan pembelian berulang akan mengubah konten yang terkumpul menjadi aset merek jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi pilihan.

Melalui mekanisme tertutup yang terdiri atas tiga tahap ini, kerja sama kedua pihak tidak lagi sekadar berfokus pada arus pengguna (traffic), melainkan mencakup seluruh proses, mulai dari pengambilan keputusan wisatawan hingga konversi konsumsi. Pendekatan tersebut merupakan peningkatan baru dalam pemasaran wisata luar negeri sekaligus menghadirkan model yang dapat direplikasi, mulai dari strategi seeding destinasi hingga pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Terkini