NEW DELHI - Seorang pria di India menjadi pusat perhatian di jagat maya setelah video dirinya menangis lantaran sukar memperoleh pekerjaan viral dan mendapatkan simpati warganet.
Lelaki berumur 36 tahun tersebut menyatakan telah menganggur selama kurang lebih 18 bulan walau sudah melayangkan banyak lamaran kerja dan menempuh beragam tahapan rekrutmen.
Keluh kesah itu diunggah lewat Reddit dengan tajuk “Menangis Tersedu-sedu untuk Pertama Kalinya dalam Beberapa Tahun”.
Dalam postingan itu, ia mengisahkan beban mental akibat penolakan yang secara terus-menerus didapatnya selama berburu pekerjaan.
“Seandainya aku bercanda. Satu setengah tahun berlalu. Lamaran yang tak terhitung jumlahnya, pesan LinkedIn, panggilan jaringan, Zoom, dan hanya sedikit wawancara,” tulis pria tersebut, dikutip dari NDTV, Jumat (8/5/2026).
Ia menuturkan dirinya akhirnya meneteskan air mata usai kembali mendapat penolakan dari perusahaan yang ia lamar.
“Setelah penolakan terakhirku, mataku mulai berkaca-kaca dan itu terjadi begitu saja,” tulisnya.
Pria tersebut mengklaim itu adalah momen pertama kalinya dirinya menangis dalam kurun beberapa tahun belakangan.
Bagi dia, tekanan psikologis imbas pengangguran kian berat seiring berjalannya waktu.
Ia memaparkan bermacam saran seperti menikmati waktu senggang, mencari kegemaran baru, atau lebih rajin keluar rumah cuma membantu pada fase awal masa menganggur.
“Setelah enam bulan, yang tersisa hanya rasa cemas dan merasa tidak berharga setiap hari,” ujarnya.
Ia pun mengaku terus memantau email berkali-kali setiap harinya dengan asa mendapat panggilan kerja, tetapi berujung rasa kecewa.
Unggahan itu lantas viral dan memancing banyak tanggapan dari pengguna media sosial lainnya yang mengaku merasakan situasi yang sama.
Sejumlah pengguna menuturkan pengalaman mereka dalam menghadapi tekanan emosional imbas sulitnya mencari kerja di tengah kompetisi pasar kerja yang sengit.
Beberapa warganet pun memberikan dukungan moral dan menyarankan pria tersebut agar tetap bertahan.
Ada pula yang berpendapat menangis adalah respons alami tubuh demi melepaskan stres serta beban emosional.
Kisah itu kembali memperlihatkan meningkatnya tekanan mental yang dirasakan pencari kerja di pelbagai negara akibat sulitnya meraih pekerjaan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.