Pengakuan Diet Ekstrem Idol Kpop Terungkap Kisah Moon Sua Momo Daisy Trainee

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:44:06 WIB
Pengakuan Diet Ekstrem Idol Kpop Terungkap Kisah Moon Sua Momo Daisy Trainee

JAKARTA - Dunia hiburan Korea Selatan kerap menghadirkan kisah glamor di atas panggung, namun di balik sorotan tersebut tersimpan perjuangan berat yang jarang diketahui publik. 

Salah satunya adalah praktik diet ekstrem yang dijalani sejumlah idol selama masa pelatihan. Pengakuan Moon Sua dari grup Billie kembali membuka tabir kerasnya standar tubuh di industri K-pop. Lewat ceritanya, publik diajak melihat sisi lain perjalanan seorang trainee yang penuh tekanan fisik dan mental. Kisah ini pun memantik diskusi lebih luas soal batas pengorbanan demi debut.

Moon Sua membagikan pengalaman tersebut saat tampil di kanal YouTube Okiki dalam konten bincang-bincang Anyway, We're Here to Chat. Ia dengan jujur mengisahkan diet paling ekstrem yang pernah dijalaninya, bahkan menyebutnya sebagai keputusan terburuk dalam hidupnya. Cerita itu menjadi sorotan karena menunjukkan betapa kerasnya tuntutan perusahaan hiburan terhadap para trainee. Meski dilakukan bertahun-tahun lalu, dampaknya masih terasa hingga kini.

Pengakuan Moon Sua Tentang Diet Es Batu

Dalam pengakuannya, Moon Sua mengungkap bahwa ia pernah bertahan hidup selama satu minggu hanya dengan mengonsumsi es batu. “Hal terburuk yang pernah saya lakukan adalah bertahan hidup selama seminggu hanya dengan makan es. Saya masih muda, jadi itu mungkin dilakukan saat itu. Saya sangat berharap tidak ada yang mencoba ini,” ucapnya mengenang masa pelatihan idol, dikutip dari Kbizoom, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan bahwa diet itu dilakukan menjelang pemeriksaan komposisi tubuh oleh perusahaan.

Saat itu, meski tubuhnya sudah tergolong kurus, Moon Sua tetap merasa perlu menurunkan berat badan. Ia bahkan percaya bahwa minum air putih pun bisa menambah angka di timbangan. Karena keyakinan tersebut, es batu menjadi satu-satunya asupan yang dikonsumsinya sepanjang hari. Keputusan ini diambil demi memenuhi standar tubuh yang ditetapkan selama masa trainee.

Moon Sua menceritakan bahwa pada dua hingga tiga hari pertama, tubuhnya masih terasa baik-baik saja. Namun kondisi tersebut berubah drastis setelah memasuki hari keempat. “Sampai hari ketiga, saya merasa baik-baik saja. Mulai hari keempat, saya kehilangan sensasi berjalan. Saat menaiki tangga, rasanya seperti melayang di udara,” tuturnya. Gejala tersebut menjadi tanda serius bahwa tubuhnya mulai kehilangan energi.

Berat badannya pun turun drastis hingga mencapai 42 kilogram, angka terendah sepanjang hidupnya. Ia mengakui titik tersebut menjadi momen kesadaran bahwa apa yang dilakukannya sudah melampaui batas. “Setelah mencapai angka itu, saya berpikir, 'Saya benar-benar tidak bisa melakukan ini lagi',” tambahnya. Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi Moon Sua.

Dampak Jadwal Padat Terhadap Pola Makan

Selain diet ekstrem, Moon Sua juga mengungkap pola makan tidak teratur akibat jadwal pelatihan yang padat. Ia sering melewatkan waktu makan yang semestinya dan baru mengonsumsi makanan berat pada larut malam. Kebiasaan tersebut berlangsung cukup lama dan memengaruhi kondisi tubuhnya secara keseluruhan. Pola hidup seperti ini menjadi hal lumrah bagi banyak trainee K-pop.

Moon Sua juga menceritakan perubahan berat badan signifikan setelah tinggal di Amerika Serikat selama sekitar tiga bulan. Dalam periode tersebut, berat badannya justru meningkat hingga 7–8 kilogram. Ia menyebut berat tertingginya mencapai 55 kilogram, jauh berbeda dari masa diet ekstrem sebelumnya. Perubahan ini menunjukkan betapa fluktuatifnya kondisi fisik yang dialami idol.

Pengakuan jujur Moon Sua memicu beragam reaksi dari penonton. Banyak yang menyatakan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dari diet ekstrem semacam itu. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memuji keberaniannya berbicara terbuka tentang pengalaman pahit tersebut. Harapannya, kisah ini dapat menjadi peringatan agar praktik serupa tidak ditiru.

Kisah Diet Ekstrem Momo dari Twice

Praktik diet ekstrem bukan hanya dialami Moon Sua. Momo, anggota grup Twice, juga pernah mengungkap pengalaman serupa sebelum debut. Saat itu, JYP Entertainment meminta Momo menurunkan berat badan hampir 7 kilogram hanya dalam waktu satu minggu. Target tersebut praktis mustahil dicapai melalui metode diet sehat.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, Momo menjalani diet ekstrem dengan hanya mengonsumsi es batu dan menghabiskan waktu di gym. Ia bahkan mengaku mengalami dehidrasi parah dan ketakutan berlebihan selama proses tersebut. Dalam kondisi fisik yang lemah, Momo juga kesulitan tidur karena khawatir tidak akan bangun keesokan harinya.

Meski sudah menjalani diet keras selama seminggu, berat badan Momo masih belum mencapai target. Ia pun diberi tambahan waktu tiga hari untuk menurunkannya. Kondisinya membuat para anggota Twice lainnya khawatir karena wajah Momo terlihat sangat pucat. Pengalaman ini menjadi salah satu contoh nyata tekanan berat yang dialami trainee.

Kini, Momo tak lagi dibebani kekhawatiran soal berat badan. Ia tampil sehat dan bugar dalam berbagai penampilan panggung, membuktikan bahwa standar tubuh ekstrem bukan satu-satunya jalan menuju performa maksimal. Kisahnya kerap dijadikan pengingat akan bahaya diet tidak sehat.

Pengakuan Daisy Momoland Tentang Budaya Diet

Mantan anggota Momoland, Daisy, turut membongkar praktik diet ekstrem yang dialaminya saat masih menjadi trainee. Melalui akun TikTok, Daisy menceritakan budaya diet yang diterapkan agensinya tanpa menyebut nama secara spesifik. Ia menjelaskan adanya evaluasi bulanan dan evaluasi akhir tahun yang dikemas layaknya acara penghargaan.

Dalam evaluasi akhir tahun, agensi memberikan berbagai penghargaan dengan kategori ringan. Namun, satu kategori terakhir justru membuat Daisy merasa aneh. Ia menyebut kategori tersebut secara harfiah dinamai ‘Diet Award’. “Aku tidak memikirkan apa pun saat itu, tapi tiba-tiba aku teringat ini dan aku berpikir 'oh, ini agak aneh',” katanya.

Daisy menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada trainee yang berhasil menurunkan berat badan paling banyak. “Kategori terakhir secara harafiah disebut 'Diet Award', yang diberikan kepada orang yang berhasil menurunkan berat badan paling banyak,” ujar Daisy, dikutip dari Koreaboo, Rabu, 24 Januari 2024. Ia menilai hal itu menimbulkan salah pemahaman tentang makna kerja keras.

Diet Ekstrem Pada Idol Di Bawah Umur

Yang lebih mengkhawatirkan, Daisy mengungkap bahwa seluruh trainee saat itu masih berada di bawah umur. “Kami semua hanyalah siswa SMP dan SMA, bahkan saya yakin ada, seperti anak berusia 11 tahun,” ujarnya. Fakta ini memperlihatkan betapa praktik diet ekstrem bisa menyasar anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Kisah Moon Sua, Momo, dan Daisy memperlihatkan pola serupa dalam industri K-pop. Tekanan untuk memenuhi standar tubuh ideal sering kali mengabaikan kesehatan jangka panjang. Meski kini semakin banyak idol yang berani berbicara, praktik tersebut masih menjadi isu serius.

Pengakuan para idol ini diharapkan dapat mendorong perubahan dalam industri hiburan Korea Selatan. Kesadaran publik yang meningkat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi para trainee. Dengan begitu, mimpi debut tidak lagi harus dibayar dengan risiko kesehatan yang ekstrem.

Terkini