JAKARTA - Mie Bangladesh merupakan salah satu ikon kuliner Medan yang menghadirkan sensasi berbeda dibanding hidangan mie lainnya.
Meskipun namanya terdengar asing, sajian ini lahir dari kreativitas lokal Indonesia, khususnya warung kopi legendaris Agam Senyum di Medan. Hidangan ini telah memikat lidah banyak orang karena perpaduan mie instan dengan bumbu rempah khas Aceh yang pekat, menghasilkan tekstur “nyemek” yang gurih dan creamy.
Keistimewaan Mie Bangladesh terletak pada kuahnya yang kental, telur setengah matang yang diaduk ke dalam mie, serta aroma rempah yang meresap sempurna. Popularitasnya tidak hanya terbatas di Medan, tetapi telah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, bahkan menjadi menu favorit di warung makan hingga restoran modern.
Bahan dan Persiapan Mie Bangladesh
Pembuatan Mie Bangladesh memerlukan bahan-bahan yang mudah ditemukan, namun kualitas dan kesegaran menjadi kunci rasa yang autentik. Bahan utama berupa mie instan goreng, telur ayam segar, dan sayuran seperti sawi hijau. Air bersih digunakan untuk merebus mie dan membuat kuah bumbu meresap.
Bumbu halus ala Aceh menjadi penentu rasa pedas, gurih, dan harum. Kombinasi bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai kering, kemiri, kacang tanah goreng, ebi, bubuk kari, dan jahe segar dihaluskan hingga menjadi pasta. Proses penghalusan bumbu dapat dilakukan dengan ulekan atau blender, pastikan teksturnya halus agar mudah menyatu dengan mie.
Teknik Menumis dan Perebusan Bumbu
Setelah bumbu halus siap, panaskan 2–3 sendok makan minyak goreng dalam wajan. Tumis bumbu dengan api sedang hingga matang dan harum, sekitar 3–5 menit. Bumbu akan berubah warna menjadi cokelat gelap dan minyak mulai terpisah.
Selanjutnya, tuangkan air ke dalam tumisan bumbu dan aduk rata hingga mendidih. Aroma rempah mulai tercium kuat, menandakan kuah sudah siap menerima mie dan sayuran. Tambahkan mie instan beserta bumbu bawaan, dan potongan sawi hijau. Masak hingga mie mengembang setengah matang sebelum telur ditambahkan.
Menciptakan Tekstur Creamy dengan Telur
Salah satu ciri khas Mie Bangladesh adalah kuah creamy yang dihasilkan dari telur. Pecahkan satu butir telur ke dalam wajan ketika mie setengah matang. Aduk cepat dan merata agar telur tercampur sempurna dengan kuah, menciptakan konsistensi kental yang menyelimuti mie.
Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak menggumpal dan tekstur mie tetap lembut. Teknik memasak ini menjadi kunci rasa gurih dan creamy yang membedakan Mie Bangladesh dari mie instan biasa.
Proses Nyemek dan Penyajian Menggugah Selera
Setelah telur tercampur, lanjutkan memasak hingga air menyusut dan hanya tersisa sedikit kuah. Tekstur akhir harus “nyemek”: tidak terlalu basah tetapi tetap melapisi mie. Angkat mie dan letakkan di piring saji.
Buat lubang kecil di tengah, pecahkan telur kedua di atasnya sebagai topping setengah matang. Taburi bawang merah goreng dan irisan cabai rawit. Sajikan dengan potongan jeruk nipis di samping untuk menambahkan aroma segar. Mie siap dinikmati dengan rasa pedas, gurih, dan creamy yang autentik.
Tips Memasak Agar Hasil Maksimal
Gunakan api sedang saat menumis bumbu agar tidak gosong. Aduk terus ketika mencampur telur ke dalam kuah supaya tidak menggumpal. Jika ingin lebih pedas, tambahkan cabai rawit yang dihaluskan bersama bumbu.
Variasi tambahan seperti irisan ayam, bakso, atau seafood dapat memperkaya rasa. Penyajian dengan telur setengah matang penting untuk menonjolkan karakter creamy yang menjadi ciri khas Mie Bangladesh.
Sejarah dan Filosofi Mie Bangladesh
Mie Bangladesh bukan berasal dari Bangladesh, melainkan hasil kreativitas lokal Medan. Warung kopi Agam Senyum memperkenalkan hidangan ini pada dekade 1980–1990, menggunakan mie instan yang diolah dengan bumbu rempah Aceh.
Asal-usul nama “Bangladesh” masih menjadi misteri. Beberapa versi menyebutkan terinspirasi dari warna kuah yang gelap seperti masakan Asia Selatan, atau julukan pemilik warung yang mirip dengan orang Bangladesh. Ada juga versi akronim “Banglah Delima Sigli” dari nama pemilik warung di Aceh.
Filosofi Mie Bangladesh adalah mengubah mie instan sederhana menjadi hidangan berkarakter dan kaya rasa. Penggunaan bumbu rempah melimpah, teknik nyemek, dan telur setengah matang mencerminkan kreativitas kuliner lokal yang memadukan bahan modern dengan cita rasa tradisional.
Dengan mengikuti resep ini, siapa saja bisa menghadirkan Mie Bangladesh autentik khas Medan di rumah, menikmati sensasi pedas, gurih, dan creamy layaknya di warung kopi legendaris.