Korban Penyekapan Bandung Alami Luka Parah, Menkes Beri Atensi

Korban Penyekapan Bandung Alami Luka Parah, Menkes Beri Atensi
Wanita Korban Penyekapan di Bandung dan pelaku (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas musibah penganiayaan serta penyekapan yang menimpa seorang wanita di Bandung.

Ia menegaskan bahwa jajaran tim medis kini tengah berfokus memberikan perawatan secara optimal, termasuk merencanakan tindakan bedah rekonstruksi pada bagian wajah korban.

Budi memaparkan bahwa saat ini korban sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Seluruh tahapan penanganan medis tersebut dipastikan akan dipantau secara langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Untuk yang korban kekerasan yang di Bandung ya, dari sisi kesehatan yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin (RSHS)," kata Budi Gunadi kepada wartawan di Sespolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Budi menggarisbawahi bahwa penanganan kesehatan yang diberikan tidak sekadar berfokus pada penyembuhan luka bagian luar, melainkan turut meliputi tindakan bedah rekonstruksi demi memulihkan kondisi fisik korban.

"Dan kami akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," ungkapnya.

Dalam upaya menyelesaikan persoalan ini, Menkes menyampaikan bahwa instansinya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah setempat serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) guna mengupayakan proses pemulihan korban yang holistik dari beragam sektor.

"Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kami bertiga sudah berkoordinasi," tutur Budi.

Budi mengutarakan perasaan terpukulnya atas mencuatnya tragedi penganiayaan keji tersebut.

Ia menaruh harapan besar agar tindakan kekerasan serupa tidak sampai terulang kembali di lingkungan masyarakat Indonesia.

"Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia. Jadi terima kasih juga atas masukannya dan kami berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin," pungkasnya.

Berdasarkan laporan sebelumnya, seorang perempuan muda yang berumur 29 tahun dengan inisial YTR, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menjadi korban aksi penganiayaan kejam yang disinyalir dilakukan oleh sang kekasih, Taufik Hidayat (30).

Taufik melakukan penganiayaan terhadap YTR di sebuah rumah indekos yang bertempat di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Korban yang semula berstatus sebagai pekerja di sebuah unit usaha kuliner di daerah Pasteur, Kota Bandung, juga turut disekap oleh Taufik Hidayat.

Tindakan penyekapan tersebut dinilai sangat fatal karena dilaporkan berjalan selama kurun waktu tiga tahun.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menerangkan bahwa berdasarkan temuan pemeriksaan sementara, korban menderita banyak sekali cedera fisik, terutama pada area wajah serta mata.

Menyangkut luka-luka di badan korban, Hendra menjelaskan bahwa kondisi itu dipicu oleh adanya hantaman dari objek tumpul serta terjangan senjata tajam.

"Kedua matanya mengalami kebutaan. Itu yang paling parah dan gigi atas depan enam rontok. Bibir sudah sumbing," kata Hendra, Selasa (23/6/26).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index