MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya menggenjot mutu daerah tujuan wisata favorit di wilayahnya.
Langkah ini dilakukan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para pelancong yang datang berkunjung.
“Tidak hanya mempermudah akses menuju kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk Debuk, tetapi juga membantu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Berastagi dan sekitarnya jelang akhir pekan serta hari libur nasional,” ujarnya.
Rencana pembangunan infrastruktur jalan tersebut terbagi menjadi dua jalur utama.
Rute yang pertama akan menghubungkan kawasan Penatapan Berastagi langsung menuju Desa Semangat Gunung.
Sementara itu, rute yang kedua bakal menghubungkan Jaranguda Berastagi dengan wilayah Desa Semangat Gunung.
“Wisatawan dari Medan nantinya bisa langsung menuju lokasi tanpa harus melalui Doulu, sedangkan yang datang dari arah Simalungun maupun Aceh Tenggara bisa masuk melalui Jaranguda. Ini juga akan membantu memecah kemacetan lalu lintas,” tegasnya.
Peniadaan pungutan biaya masuk bagi para pelancong menjadi strategi krusial dalam menata kembali area pemandian Air Panas Doulu.
Keputusan penataan tersebut telah disepakati bersama oleh pihak Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara demi mendongkrak standar pelayanan bagi wisatawan.
“Retribusinya dari situ. Kemudian masyarakat kami akan bekerja di sana, seperti parkir, pengutip retribusi, petugas kebersihan, dan lainnya. Kami alihkan mereka ke pekerjaan yang profesional,” ujarnya.
Di samping membenahi sarana infrastruktur, Gubernur Bobby Nasution turut mendorong terciptanya kampung wisata di area tersebut.
Gagasan ini diproyeksikan mampu menjadi pusat perputaran roda ekonomi yang baru bagi warga setempat.
Kawasan kampung wisata tersebut rencananya akan dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung.
Fasilitas itu di antaranya adalah pusat penjualan buah tangan khas daerah, area kuliner atau food court, serta sektor usaha pariwisata penunjang lainnya.
“Bisa memanfaatkan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) para pelaku usaha di sana mungkin. Beberapa pelaku usaha mengumpulkan dana CSR yang digunakan membangun kampung wisata, dan pengelolanya masyarakat,” ujar Bobby.