Strategi Bima Arya Pacu Ekonomi Daerah Lewat Efisiensi Anggaran

Strategi Bima Arya Pacu Ekonomi Daerah Lewat Efisiensi Anggaran
Wamendagri, Bima Arya.

JAKARTA - Wamendagri Bima Arya menyebut efisiensi anggaran dan sinergi pusat-daerah sebagai kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah saat Musrenbang Jateng.

Langkah strategis ini mencakup penguatan belanja yang tepat sasaran serta optimalisasi pendapatan asli dari setiap wilayah.

Bima Arya menjelaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah memegang peranan krusial dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif.

"Jadi, kami sering menyemangati para kepala daerah dengan poin-poin efisiensi, inovasi PAD, kemudian PSN yang sebagian kepala daerah menganggap itu rasanya berat, tapi rasanya kalau dikawal sama-sama itu justru bisa mengungkit ekonomi daerah," kata Bima dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Wamendagri berpendapat bahwa kapasitas fiskal di wilayah Jawa Tengah sudah berada pada posisi yang sangat kuat dibandingkan rata-rata nasional.

Data menunjukkan porsi pendapatan asli daerah di wilayah tersebut telah menyentuh angka 66,07 persen.

Pemerintah pusat menyalurkan dana transfer sebesar 33,83 persen untuk mendukung kelangsungan pembangunan di sana.

Meskipun pencapaian tersebut cukup positif, Bima Arya tetap memberikan catatan bagi daerah yang masih sangat bergantung pada dana dari pusat.

Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara rasional mengingat setiap kebijakan publik kini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat.

Wamendagri menekankan bahwa instansi pemerintah perlu menghindari penganggaran untuk hal-hal yang tidak memiliki dasar logika kuat.

Pemanfaatan aset daerah secara optimal dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian finansial wilayah.

Sinergi birokrasi menjadi fondasi utama agar setiap program prioritas mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan inklusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index