CILEGON – Diskominfo Cilegon sinkronkan program kerja digitalisasi melalui Forum Perangkat Daerah untuk mempercepat transformasi layanan publik berbasis teknologi tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh rencana aksi teknologi informasi antar instansi berjalan harmonis dan tidak tumpang tindih.
Pemerintah kota berkomitmen menjadikan keterpaduan data sebagai fondasi utama dalam pengambilan kebijakan publik yang lebih akurat.
"Kami mengadakan Forum Perangkat Daerah ini agar seluruh program kerja digitalisasi di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon dapat berjalan searah dan lebih efisien," ujar Agus Zulkarnain, sebagaimana dilangsir dari cilegon.go.id, Senin (27/4/2026).
Penyelarasan anggaran dan target kinerja menjadi poin krusial yang dibahas guna mengoptimalkan infrastruktur digital yang sudah tersedia.
Agus Zulkarnain berpendapat bahwa integrasi sistem aplikasi di setiap organisasi perangkat daerah merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan konsep kota cerdas yang inklusif.
Fokus pengembangan tahun depan akan menitikberatkan pada perluasan akses internet di wilayah blank spot serta penguatan keamanan siber daerah.
"Tantangan kedepan adalah memastikan semua layanan masyarakat dapat diakses melalui satu pintu digital yang aman dan mudah digunakan," ujar Agus Zulkarnain, sebagaimana dilangsir dari cilegon.go.id, Senin (27/4/2026).
Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif bagi penyempurnaan peta jalan teknologi informasi kota.
Skema pengembangan sumber daya manusia di bidang digital juga menjadi agenda prioritas untuk mendukung operasional sistem yang kian canggih.
Forum ini menghasilkan kesepakatan mengenai standarisasi protokol data yang wajib dipatuhi oleh seluruh perangkat daerah di Cilegon.
"Kami ingin memastikan bahwa investasi teknologi yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kemudahan urusan warga," ujar Agus Zulkarnain, sebagaimana dilangsir dari cilegon.go.id, Senin (27/4/2026).
Implementasi program kerja ini dijadwalkan mulai berjalan efektif sejak awal kuartal pertama tahun anggaran mendatang.