Tekanan Ekonomi Global, Kegiatan Usaha di Bali Turun 17,55 Persen

Tekanan Ekonomi Global, Kegiatan Usaha di Bali Turun 17,55 Persen
Ilustrasi Sepinya Kunjungan Wisatawam.

DENPASAR – Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan indikator kegiatan usaha di Bali pada awal tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 17,55 persen akibat faktor musiman.

Perlambatan ini terlihat jelas pada sektor-sektor utama yang selama ini menopang ekonomi pulau dewata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan bahwa fenomena ini lumrah terjadi setelah periode libur akhir tahun usai, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Sabtu (25/4/2026).

Penurunan aktivitas di lapangan dipicu oleh berkurangnya volume kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke berbagai destinasi unggulan.

"Penurunan ini sejalan dengan pola historis di mana kuartal pertama memang menjadi periode low season bagi industri pariwisata di Bali," ujar Erwin, mengutip dari bisnis.com, Sabtu (25/4/2026).

Sektor perdagangan besar dan eceran juga menunjukkan grafik melandai akibat normalisasi konsumsi masyarakat pasca perayaan besar.

Erwin Soeriadimadja mengungkapkan bahwa meski secara persentase terlihat turun, optimisme pelaku usaha diprediksi akan kembali menguat pada pertengahan tahun nanti.

Para pengusaha di bidang akomodasi dan makan minum mulai menyesuaikan strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi sepanjang 3 bulan pertama ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, penurunan sebesar 17,55 persen ini mencerminkan koreksi dari pertumbuhan tinggi yang sempat tercapai pada akhir tahun 2025.

Bank Indonesia memperkirakan bahwa perbaikan iklim investasi dan agenda internasional yang akan datang dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan angka pertumbuhan.

Pihak otoritas moneter terus memantau pergerakan pasar untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah fluktuasi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index