Camat Sebatik Utara Pantau Pembangunan Embung Lapri dan Infrastruktur

Camat Sebatik Utara Pantau Pembangunan Embung Lapri dan Infrastruktur
Camat Sebatik Camat Sebatik Utara, Andi Calo bersama rombongan saat melihat kondisi Embung Lapri.

NUNUKAN – Camat Sebatik Utara Andi Calo melakukan monitoring pembangunan Embung Lapri dan infrastruktur desa guna memastikan program berjalan lancar bagi masyarakat.

Agenda kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi antara birokrasi kecamatan dengan kebutuhan riil penduduk di tingkat desa.

“Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk bersilaturahmi. Tetapi juga untuk memperkuat koordinasi dan menjaga harmonisasi antara pemerintah kecamatan dan masyarakat Desa Lapri,” ucap Andi Calo sebagaimana dilansir dari beritakaltara.com, Rabu (22/4/2026).

Pemerintah daerah saat ini memberikan perhatian serius pada proyek pengairan yang berlokasi di wilayah Desa Lapri tersebut.

Persoalan administrasi menjadi fokus utama agar proses ganti rugi lahan tidak menemui kendala hukum di kemudian hari.

Andi Calo menjelaskan bahwa komitmen anggaran dari Pemerintah Kabupaten Nunukan sudah tersedia dan siap dicairkan sesuai tahapan yang berlaku.

“Pada prinsipnya, dana untuk pembebasan lahan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. Saat ini kita tinggal menyelesaikan proses administrasi dan teknis di lapangan melalui tim yang sudah dibentuk,” jelasnya dikutip dari beritakaltara.com.

Instansi terkait seperti pihak pertanahan terus diajak berkoordinasi secara intensif agar pelaksanaan di lapangan berjalan tepat sasaran.

Fasilitas penampungan air ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian warga namun juga memiliki nilai tambah lainnya.

“Embung ini bukan hanya untuk kebutuhan air masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian desa,” bebernya kembali dilansir dari beritakaltara.com.

Selain masalah pengairan, kondisi fisik jembatan yang mulai mengalami kerusakan juga menjadi catatan penting dalam tinjauan lapangan kali ini.

Kerusakan pada struktur penyeberangan tersebut diketahui mulai menghambat kelancaran aliran sungai serta mobilitas warga sekitar.

Optimalisasi lahan hibah dari aparatur desa untuk kepentingan Koperasi Merah Putih juga masuk dalam daftar rencana pembangunan strategis.

“Kami mengapresiasi inisiatif Kepala Desa yang telah menghibahkan lahan. Tinggal menunggu realisasi pembangunan, semoga ini segera terwujud untuk mendukung ekonomi masyarakat,” pungkasnya sebagaimana dikutip dari beritakaltara.com.

Monitoring secara rutin dianggap sebagai kunci untuk mendeteksi hambatan pembangunan sejak dini agar solusi cepat bisa segera diambil.

Integrasi antara ketersediaan air dan pengembangan pariwisata diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli desa secara berkelanjutan.

Pihak kecamatan optimis bahwa percepatan infrastruktur di wilayah perbatasan ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index