Sinergi DPD dan Mitra Strategis Pacu Pembangunan Daerah Inklusif

Sinergi DPD dan Mitra Strategis Pacu Pembangunan Daerah Inklusif
Sekretaris Jenderal DPD RI, M. Iqbal.

JAKARTA – Sekjen DPD RI Mohammad Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi terintegrasi tanpa ego sektoral untuk mempercepat pembangunan daerah yang berdampak bagi warga.

Langkah ini diambil guna memastikan setiap kebijakan nasional tidak lagi berjalan sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi yang jelas.

Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa hambatan utama dalam memajukan wilayah seringkali muncul dari fragmentasi kebijakan yang tidak terhubung satu sama lain.

Ketersediaan anggaran dan data yang ada semestinya menjadi instrumen penggerak yang mampu menyasar kebutuhan riil penduduk lokal secara akurat.

“Tantangan pembangunan hari ini tidak bisa lagi diselesaikan secara sektoral, melainkan kita harus kolaborasi, harus melalui kerjasama yang terintegrasi,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

Mohammad Iqbal berpendapat bahwa reformasi birokrasi harus mampu memangkas kerumitan prosedur yang selama ini menghambat pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Penerapan sistem yang terhubung antarlembaga diharapkan mempermudah distribusi bantuan pangan dan pengembangan infrastruktur di pelosok desa.

“Program berjalan, tetapi tidak selalu terhubung. Anggaran tersedia, tetapi tidak selalu tepat sasaran. Data ada, tetapi tidak selalu terintegrasi,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

“Kita tidak bisa lagi bekerja dalam kota-kota institusi,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

“Ini bukan sekedar program, tetapi pendekatan baru bahwa pembangunan harus berbasis kawasan, berbasis ekosistem, dan berbasis kolaborasi,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

“Justru sebaliknya, ini adalah upaya untuk menyederhanakan koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan bahwa apa yang kita kerjakan benar-benar berdampak,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

“Kita rapat penting, tetapi terlalu banyak rapat tanpa eksekusi itu menjadi gak penting. Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak rapat, tetapi pada seberapa besar dampak yang kita hasilkan,” ujar Mohammad Iqbal, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

Ahmad Rizal Ramdhani berpendapat bahwa sinergi operasional antara Bulog dan perwakilan daerah sangat krusial dalam menjaga stabilitas stok pangan rakyat.

Komitmen ini diwujudkan melalui penyaluran dukungan logistik yang intensif guna menjamin ketersediaan komoditas utama di pasar-pasar daerah.

“Semenjak beliau, alhamdulillah beliau sudah menginisiasi, membantu atau katakanlah berkolaborasi dengan kami, per tahun kami dukung 3,5 ton beras di dalam setiap empat reses,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, sebagaimana dilansir dari disway.id, Kamis (23/4/2026).

Fokus utama dari kemitraan strategis ini tetap bertumpu pada perlindungan sosial dan penguatan ekonomi bagi kelompok masyarakat di tingkat paling bawah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index