Realisasi Investasi Batam Triwulan I 2026 Melonjak 102 Persen

Realisasi Investasi Batam Triwulan I 2026 Melonjak 102 Persen
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

BATAM – BP Batam mencatatkan kenaikan realisasi investasi yang sangat signifikan pada triwulan I 2026 dengan total nilai proyek mencapai Rp17,4 triliun.

Pencapaian luar biasa di awal tahun ini menjadi indikator kuat bahwa iklim bisnis di kawasan tersebut berada dalam kondisi yang sangat prima.

"Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif," ujar Amsakar Achmad, sebagaimana dilansir dari antara.com, Kamis (23/4/2026).

Amsakar Achmad memandang bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari kemudahan birokrasi yang membuat para pemilik modal merasa aman untuk menanamkan aset mereka.

Batam kini bukan sekadar magnet bagi korporasi global, melainkan juga mesin penggerak yang vital bagi stabilitas finansial di tingkat provinsi.

"Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa," kata Li Claudia, sebagaimana dilansir dari antara.com, Kamis (23/4/2026).

Li Claudia Chandra menggarisbawahi bahwa setiap rupiah yang masuk ke Batam akan memicu geliat di sektor-sektor pendukung lainnya secara otomatis.

Struktur permodalan yang masuk kali ini dinilai sangat ideal karena menggabungkan kekuatan pasar internasional dengan antusiasme pengusaha nasional.

"Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, and executable," kata Fary Djemy Francis, sebagaimana dilansir dari antara.com, Kamis (23/4/2026).

Deputi Fary Djemy Francis melihat fenomena ini sebagai validasi bahwa pasar kini memandang Batam sebagai wilayah yang sangat layak untuk ekspansi jangka panjang.

Berdasarkan data sektoral, industri yang memproduksi barang bernilai tambah tinggi seperti alat elektronik dan produk kimia masih menjadi primadona utama.

Negara tetangga, Singapura, kembali menduduki posisi puncak sebagai penyedia modal terbesar bagi proyek-proyek di Batam dengan angka 4,82 triliun.

Sementara itu, minat pengusaha dalam negeri juga tidak kalah mentereng dengan mencatatkan pertumbuhan tahunan yang sangat drastis hingga 216 persen.

Penyediaan infrastruktur pendukung dan kepastian lahan tetap menjadi fokus utama manajemen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini tidak kendur.

Kesiapan utilitas dan layanan terpadu terus ditingkatkan guna menyerap potensi investasi dari raksasa ekonomi dunia seperti Amerika Serikat hingga Jepang.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang tidak hanya menguntungkan secara angka, namun juga berkelanjutan untuk masa depan daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index