Mahyeldi Buka TMMD ke-128 di Padang Pariaman Percepat Akses Jalan

Mahyeldi Buka TMMD ke-128 di Padang Pariaman Percepat Akses Jalan
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah

JAKARTA – Gubernur Mahyeldi buka TMMD ke-128 di Padang Pariaman sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan infrastruktur nagari melalui sinergi TNI dan rakyat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali memperkuat komitmennya dalam menyentuh wilayah-wilayah pelosok melalui program kolaborasi lintas sektoral yang intensif. Langkah ini diambil guna memastikan denyut pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, namun juga merambah hingga ke jantung nagari yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Fokus utama pada periode kali ini adalah membuka keterisolasian akses distribusi hasil bumi yang selama ini menjadi kendala utama bagi para petani lokal. Melalui kerja sama yang erat dengan jajaran militer, proyek pembangunan sarana publik dapat dikerjakan secara lebih efisien dan memiliki daya tahan yang berkualitas tinggi bagi warga.

"TMMD merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di daerah-daerah nagari yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur," Ujar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan fisik yang diagendakan mencakup pengerjaan jalan penghubung yang akan memperpendek waktu tempuh antarwilayah perkebunan menuju pusat pasar. Selain infrastruktur transportasi, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan masyarakat melalui pembangunan sanitasi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi keluarga prasejahtera di lokasi sasaran.

Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat dinilai mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas asli kebudayaan Minangkabau. Proses pembangunan yang melibatkan swadaya warga ini diharapkan menciptakan rasa memiliki yang tinggi terhadap setiap fasilitas yang telah dibangun bersama-sama.

"Kita mendorong agar setiap program pembangunan berangkat dari kebutuhan masyarakat di nagari, sehingga dampaknya benar-benar terasa secara langsung bagi ekonomi warga," Ujar Mahyeldi Ansharullah.

Pemerintah daerah optimis bahwa tersedianya aksesibilitas yang memadai akan mengundang masuknya investasi kecil di tingkat desa serta menekan biaya logistik harian. Sinergi ini juga menjadi benteng pertahanan wilayah dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan menyentuh akar rumput.

Diharapkan, hasil dari pengerjaan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pasca penutupan program nantinya. Ketersediaan infrastruktur yang layak adalah janji nyata pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat di Sumatera Barat tanpa terkecuali.

"Melalui kebersamaan ini, kita yakin pembangunan dari pinggiran atau dari nagari ini akan menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Barat secara keseluruhan," Ujar Mahyeldi Ansharullah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index