Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sepakati Tata Kawasan Gedung Sate

 Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sepakati Tata Kawasan Gedung Sate
Penataan Plaza Gedung Sate

JAKARTA – Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung sepakati tata kawasan Gedung Sate untuk mempercantik wajah ibu kota Jawa Barat melalui integrasi ruang publik yang lebih rapi.

Gedung Sate kini bersiap bersolek menyusul adanya titik temu antara pemerintah provinsi dan otoritas kota dalam mengelola area di sekitarnya. Langkah sinkronisasi ini dirancang untuk mengurai keruwetan yang sering kali muncul di kawasan penyangga cagar budaya tersebut, mulai dari urusan parkir hingga penataan sektor informal.

Upaya ini menjadi cerminan bahwa pengelolaan sebuah ikon daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya keselarasan visi antar-pemangku kepentingan. Fokus pembenahan akan menyasar pada penguatan fungsi sosial tanpa mengganggu aktivitas utama di dalam pusat pemerintahan tersebut.

"Kami telah duduk bersama untuk menyelaraskan pandangan terkait penataan kawasan Gedung Sate agar lebih tertib dan asri," Ujar Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin pada Kamis, 23 April 2026.

Integrasi rencana ini juga menyangkut perbaikan drainase dan estetika trotoar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga Bandung setiap harinya. Penataan yang lebih manusiawi diharapkan mampu menghidupkan kembali nuansa historis Jalan Diponegoro agar lebih nyaman dinikmati oleh pejalan kaki maupun wisatawan.

Pemerintah Kota Bandung akan berperan aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan, terutama pada area-area yang selama ini menjadi titik sumbatan sirkulasi kendaraan. Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa urusan estetika kota adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan komitmen jangka panjang.

"Sinergi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung sangat krusial dalam mengelola aset berharga yang menjadi kebanggaan warga Jawa Barat ini," Ujar Bey Machmudin.

Setiap tahapan eksekusi di lapangan nantinya akan tetap berpegang pada koridor pelestarian arsitektur lama yang menjadi ruh dari kemegahan Gedung Sate. Tim teknis dari kedua belah pihak segera menyusun jadwal kerja yang mendetail agar hasil penataan ini bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

Transformasi kawasan ini diproyeksikan bakal menaikkan nilai pariwisata sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota warisan budaya yang mampu beradaptasi dengan tren tata kota masa kini. Ruang publik yang lebih tertib diyakini akan memberikan pengaruh positif bagi indeks kebahagiaan warga yang beraktivitas di sana.

"Penandatanganan kesepakatan ini menjadi landasan kuat bagi kami untuk mulai mengeksekusi rencana penataan secara bertahap di lapangan," Ujar Bey Machmudin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index