Mendikdasmen Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Hanya Bagi Siswa Perlu

Senin, 06 Juli 2026 | 16:30:58 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti

YOGYAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa skema pelibatan kantin sekolah dalam penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).

Di samping itu, Abdul Mu'ti memastikan bahwa ke depannya program MBG hanya akan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.

Target sasaran penerima manfaat MBG ini menjadi fokus utama yang telah disepakati dalam rapat tingkat menteri.

Kebijakan MBG tersebut nantinya tidak akan dibagikan secara merata kepada seluruh murid.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujar Abdul Mu'ti.

Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk bersabar karena teknis operasional kebijakan ini masih terus disusun agar distribusi di lapangan berlangsung maksimal.

"Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya.

Abdul Mu'ti juga menegaskan bahwa kewenangan kebijakan serta distribusi program MBG berada di bawah otoritas penuh BGN.

Sementara itu, Kemendikdasmen berperan memberikan rekomendasi teknis guna mendukung realisasi program nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

"Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting," ujarnya.

Abdul Mu'ti menilai efektivitas program MBG akan lebih optimal jika fokus sasarannya diarahkan kepada peserta didik yang memang layak menerima bantuan.

"Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani," kata Abdul Mu'ti.

Kemendikdasmen juga menekankan bahwa substansi MBG bukan sekadar pembagian asupan bernutrisi, melainkan instrumen pendukung dalam memperkuat pendidikan karakter siswa di sekolah.

Kegiatan MBG menjadi bagian integral dari gerakan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terutama dalam membentuk pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi.

"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," ujarnya.

Abdul Mu'ti memastikan Kemendikdasmen akan terus berkomunikasi intensif dengan BGN sembari menunggu regulasi turunan berikutnya diterbitkan.

Terkini