Respons Laporan Warga, TNI Musnahkan 2,5 Hektare Ladang Ganja di Aceh

Senin, 06 Juli 2026 | 13:08:57 WIB
Pemusnahan ladang ganja 2,5 Hektar di pegunungan Aceh Besar (FOTO: NET)

ACEH BESAR - Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh memusnahkan ladang ganja dengan luas sekitar 2,5 hektare di area pegunungan Desa Mureu Bueng Ue, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberantasan narkoba sekaligus mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kasdim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin SAg MAP, dengan melibatkan jajaran personel Kodim, Babinsa, serta unsur intelijen.

Sebelum menuju titik lokasi, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel pengecekan yang dipimpin oleh Pasiops Kodim 0101/KBA, Mayor Inf Muliadi.

Dalam arahannya, Mayor Muliadi menekankan pentingnya profesionalitas serta disiplin dalam menjalankan tugas, termasuk dalam mematuhi prosedur yang telah ditetapkan.

Untuk mencapai lokasi tersebut, personel harus menempuh perjalanan yang cukup berat.

Tim menggunakan kendaraan hingga titik terjauh yang dapat dijangkau, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri hutan serta medan pegunungan yang terjal.

Kondisi geografis itu menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Namun, upaya tersebut tetap dilakukan demi memastikan ladang ganja dapat ditemukan dan dimusnahkan.

Setibanya di lokasi, tim mendapati tanaman ganja dengan ketinggian rata-rata antara 100 hingga 150 sentimeter.

Tanaman tersebut diperkirakan berusia sekitar dua hingga tiga bulan dan telah siap untuk dipanen dalam waktu dekat.

Kasdim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin, menjelaskan bahwa pengungkapan ladang ganja tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat.

Warga mencurigai adanya aktivitas seseorang yang membawa pupuk ke kawasan hutan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Babinsa melalui penyelidikan di lapangan hingga dipastikan adanya aktivitas penanaman ganja.

"Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Babinsa yang bertugas di wilayah binaan dengan melakukan penyelidikan dan pendalaman di lapangan. Setelah dipastikan kebenarannya, hasil temuan tersebut dilaporkan secara berjenjang hingga akhirnya diputuskan untuk melaksanakan operasi pemusnahan," ujar Muhsin.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa komunikasi antara aparat dan masyarakat berjalan efektif, sehingga warga tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan.

Setelah memastikan lokasi dan jumlah tanaman, seluruh ganja yang ditemukan langsung dimusnahkan di tempat.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara mencabut tanaman hingga ke akar, kemudian membakarnya agar tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada sisa tanaman yang bisa tumbuh kembali atau disalahgunakan.

Selama proses berlangsung, personel juga diingatkan untuk tidak melakukan penyalahgunaan barang bukti, sehingga seluruh kegiatan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf Faurizal Noerdin SSos MSc, menegaskan bahwa keberhasilan pemusnahan ladang ganja tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Dukungan masyarakat sangat penting dalam membantu aparat melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap segala bentuk peredaran narkotika," kata Faurizal.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjauhi narkotika sebagai upaya menjaga masa depan.

"Perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, diharapkan peredaran narkotika dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bahaya narkoba," pungkasnya.

Terkini