YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menduduki peringkat pertama sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) dalam daftar Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 yang dirilis pada Rabu (24/6/2026).
Pada lingkup nasional, posisi puncak diraih oleh Universitas Airlangga, disusul oleh Universitas Indonesia (UI) pada peringkat kedua, sementara UGM berada di urutan ketiga.
Sedangkan untuk skala dunia, UGM menempati posisi ke-41, Universitas Airlangga berada di peringkat ke-15, dan Universitas Indonesia menduduki urutan ke-31.
Capaian ini bukan sekadar menjadikan UGM kampus terbaik di Jateng-DIY, namun juga membuat universitas tersebut melampaui sejumlah institusi pendidikan tinggi lainnya di kawasan yang sama.
Universitas Sebelas Maret (UNS) tercatat menempati urutan kedua di Jateng-DIY atau peringkat kedelapan di tingkat nasional, sementara Universitas Diponegoro berada di posisi ketiga Jateng-DIY serta peringkat kesembilan secara nasional.
Metodologi pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings adalah penilaian perguruan tinggi global yang mengukur kontribusi universitas dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam proses penyusunannya, pihak THE memanfaatkan bermacam indikator yang telah dikalibrasi guna menghasilkan perbandingan yang komprehensif dan seimbang.
Terdapat empat kriteria yang dijadikan tolok ukur penilaian dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026, yakni:
1.Penelitian:
Universitas dievaluasi berdasarkan kontribusinya melalui riset terhadap beragam isu yang berhubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
2.Tata kelola:
Penilaian ini mencakup cara perguruan tinggi mengelola sumber daya yang dimiliki, baik itu aset, tenaga kependidikan, dosen, maupun mahasiswa sebagai upaya mendukung perwujudan SDGs.
3.Jangkauan:
Aspek ini mengamati sejauh mana peran serta universitas kepada masyarakat di lingkup lokal, regional, nasional, hingga internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
4.Pengajaran:
Penilaian difokuskan pada peran perguruan tinggi dalam melahirkan lulusan yang mempunyai kompetensi guna mendukung pencapaian SDGs serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan di dunia kerja.
Pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings mengevaluasi perguruan tinggi berlandaskan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu:
- SDG 1: Tanpa Kemiskinan
- SDG 2: Tanpa Kelaparan
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
- SDG 5: Kesetaraan Gender
- SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
- SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
- SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
- SDG 14: Ekosistem Laut
- SDG 15: Ekosistem Daratan
- SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Merujuk pada data hasil pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings 2026, berikut sepuluh universitas terbaik di Indonesia:
- Universitas Airlangga, peringkat dunia: 15, skor: 95,7.
- Universitas Indonesia, peringkat dunia: 31, skor: 94.
- Universitas Gadjah Mada, peringkat dunia: 41, skor: 93,2.
- Institut Pertanian Bogor, peringkat dunia: 62, skor: 91,6.
- Universitas Padjadjaran, peringkat dunia: 100, skor: 89,3.
- Universitas Bina Nusantara, peringkat dunia: 101-200, skor: 82,3-89,2.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember, peringkat dunia: 101-200, skor: 82,3-89,2.
- Universitas Sebelas Maret, peringkat dunia: 101-200, skor: 82,3-89,2.
- Universitas Diponegoro, peringkat dunia: 201-300, skor: 77,5-82,2.
- Universitas Hasanuddin, peringkat dunia: 201-300, skor: 77,5-82,2.