Keluhan Pekerja di KRL Solo-Jogja: Bagaimana Aturan Study Tour Anak?

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:56:51 WIB
Calon penumpang menunggu untuk naik KRL Solo-Jogja dari Stasiun Purwosari Solo (FOTO: NET)

SOLO BALAPAN - Musim liburan sekolah mestinya menjadi waktu yang menggembirakan untuk bertamasya.

Namun, bagi para karyawan yang memakai Kereta Rel Listrik (KRL) setiap hari, ketika ada lonjakan pelaku perjalanan dari kelompok study tour anak-anak kerap memicu dilema kenyamanan di ruang publik.

Di media sosial, utamanya di Threads, mulai viral para karyawan yang mengeluh mereka wajib berdesak-desakan dengan anak-anak TK yang study tour untuk jalur Solo-Yogya dan sebaliknya.

Seperti salah satu karyawan yang mengeluh wajib menaiki KRL dengan anak-anak kecil di hari kerja.

Dia mengaku memperhatikan anak-anak study tour yang berangkat dari stasiun Palur-Maguwo.

"Apakah sekarang KRL sering dipake buat study tour anak TK/SD ya? Inikan transum," tulis V****, salah satu akun di Threads yang mengaku menaiki KRL Palur pada pukul 10.40 WIB.

Dia merasa kurang nyaman dan merasa aneh memperhatikan KRL dipakai sebagai transportasi untuk study tour.

Apalagi ketika dilakukan di hari kerja saat para karyawan wajib berangkat menuju kantor.

Keluhan serupa sempat dibagikan warganet lain pada bulan Mei 2026 di Threads.

Walaupun kontennya dihapus, dia juga merasa bingung apakah kelompok anak-anak kecil diperbolehkan menaiki KRL dengan tujuan belajar transportasi umum di hari kerja.

Sama halnya dengan salah satu utas tahun 2025, yang juga memperhatikan kelompok anak-anak masuk KRL ketika gerbongnya penuh.

Dia juga mengaku memperhatikan kelompok anak-anak yang menaiki KRL bukan dari stasiun awal, melainkan dari stasiun Palur dan Maguwo.

"Naik transum (KRL) di hari Senin Pagi tuh ram banget. Ngajakin anak TK study tour naik transum sih gapapa. Tapi mereka naiknya ngga dari stasiun keberangkatan awal. Apa gak kasian?" ujar akun @l**** yang diunggah pada Juni 2025.

Otomatis topik ini menjadi perdebatan antar warganet.

Sebagian masyarakat utamanya orangtua, mengakui bahwa KRL adalah transportasi umum yang diperbolehkan dinaiki anak-anak untuk tujuan edukasi.

Sebagian masyarakat, beranggapan study tour mestinya dilakukan saat jam-jam senggang dan berpikir bahwa edukasi menaiki kereta sebaiknya memakai kereta antar kota.

Menanggapi hal ini, PR Manager KAI Commuter Leza Arlan, dari Sumbernya bahwa anak-anak dapat menaiki KRL untuk tujuan edukasi atau study tour.

KAI Commuter memiliki program Commuter Study Tour atau C-Taditur yang dapat diikuti anak-anak dengan didampingi petugas.

"Dapat kami sampaikan bahwa Commuter Study Tour (C-Taditur), merupakan kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang transportasi publik khususnya Commuter Line, dari proses pembelian tiket, naik kereta, edukasi dan sosialisasi di atas kereta tentang do and don’t selama perjalanan dan sampai akhirnya keluar stasiun," katanya, saat dihubungi pada Jumat (26/6/2026).

Walau begitu, terdapat aturan kapan study tour memakai KRL diperbolehkan dilakukan.

Study tour anak-anak tidak di waktu peak hour.

Waktu yang diperbolehkan anak-anak peserta C-Taditur adalah mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Sementara aktivitas edukasi ini tidak diperkenankan dilakukan pada waktu peak hour pagi hari mulai 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-19.00 WIB.

Sebab pada pagi hari KRL dipakai banyak orang untuk pergi ke sekolah, bekerja, dan aktivitas masyarakat lain yang wajib dilakukan pagi hari.

Sama halnya dengan sore hari sampai malam, tidak diperbolehkan ada layanan C-Taditur.

Karena pada sore hari banyak karyawan kantoran, siswa sekolah memanfaatkan KRL untuk pulang.

Sementara untuk kegiatan C-taditur, tidak disediakan kereta khusus bagi kelompok.

Peserta akan berbaur dengan pengguna umum, sehingga pengalaman yang didapatkan menjadi lebih nyata.

Walaupun demikian, petugas KAI Commuter akan berupaya semaksimal mungkin supaya perjalanan tetap berlangsung tertib dan nyaman, serta mengimbau pengguna umum untuk kooperatif.

Di sisi lain, momen ini juga menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk belajar tenggang rasa, disiplin, serta kepekaan sosial saat memakai transportasi publik bersama masyarakat luas.

Selama kegiatan ini berlangsung akan didampingi oleh petugas dari KAI Commuter.

Syarat mengikuti kegiatan C-Taditur, adalah siswa dari PAUD-SMK.

Sekolah wajib melakukan pendaftaran dan pemesanan terlebih dahulu lewat website resmi C-taditur.

Lewat proses ini, jadwal dapat diatur dengan baik sehingga pengalaman belajar menjadi lebih tertib, nyaman, dan menyenangkan.

Dilansir dari laman C-Taditur pada Jumat (26/6/2026), pada dasarnya, C-taditur merupakan wujud komitmen KAI Commuter dalam memberikan edukasi bagi generasi penerus bangsa.

Peserta hanya membayar tarif perjalanan yang berlaku dan melakukan pembelian Kartu Multi Trip (KMT) minimal sebanyak lima kartu.

KMT ini nantinya menjadi hak milik peserta, dapat dibawa pulang, dan bisa dipakai kembali untuk perjalanan Commuter Line selanjutnya.

Berikut rincian lengkap supaya bisa mengikuti program ini:

  1. Sekolah atau kelas mendaftar ke web C-Taditur.
  2. Kemudian mengkomunikasikan teknis pelaksanaannya dengan staf stasiun.
  3. Untuk lanjutan ke tempat wisata partner C-Taditur, dikenakan biaya tambahan dengan potongan harga yang tidak tersedia untuk umum.
  4. Menyediakan alat pembayaran dengan saldo cukup untuk perjalanan pergi pulang.
  5. Melakukan pembelian KMT minimal 5 kartu.
  6. Mematuhi semua peraturan sebagai pelanggan Commuter Line.

Terkini