Istana Bergerak Cegah PHK 55 Ribu Buruh Akibat Gas Industri Mahal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:56:51 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (FOTO: NET)

JAKARTA - Tingginya biaya gas industri dikabarkan menjadi penyebab puluhan ribu pekerja terancam mengalami pemutusan hubungan kerja.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh pihak serikat buruh.

Pemerintah pusat hadir untuk menghentikan ancaman pengurangan tenaga kerja tersebut.

Satuan tugas mitigasi pun dibentuk oleh pemerintah dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang memimpin tim tersebut.

Sejauh ini Prasetyo menyebut dari Sumbernya bahwa pihak tersebut mulai berkomunikasi dengan semua elemen terkait dan sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto pemerintah akan segera mencari jalan keluar.

Dia menyebut dari Sumbernya bahwa dalam satu atau dua hari ke depan pihak tersebut sudah memiliki sebuah cara efektif untuk mengatasi masalah gas industri mahal.

Pemerintah akan memastikan seluruh sektor yang memerlukan gas industri bisa memperolehnya serta menjalankan kegiatan seperti biasa tanpa melakukan pengurangan karyawan.

"Mungkin dalam satu-dua hari ini kami akan ambil keputusan untuk memastikan kegiatan-kegiatan di sektor yang membutuhkan gas, terutama di sektor industri, dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya," tegas Prasetyo usai rapat di DPR dengan pemangku kepentingan terkait, Jumat (26/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea membeberkan ada sekitar 55 ribu pekerja di bawah naungan KSPSI yang terancam terkena PHK.

Biaya gas yang tinggi memaksa pabrik puluhan ribu pegawai tersebut menghentikan kegiatan dan menyebabkan para buruh kehilangan mata pencaharian.

"55.000 sudah terancam di depan mata dan sudah tutup satu perusahaan itu PT Granito. Tiga hari yang lalu perusahaan memanggil dan menyatakan seluruh pekerja di PHK," beber Andi Gani.

Dia memaparkan pertemuan yang dilaksanakan di DPR hari ini diyakini akan memberikan hasil.

Dalam beberapa hari mendatang, Andi Gani menyebut dari Sumbernya bahwa pemerintah akan merilis kebijakan untuk menangani masalah tarif gas industri tinggi.

"Rapat tadi memutuskan dalam waktu satu dua hari pemerintah akan segera mengumumkan mengenai gas industri. Dan mudah-mudahan dapat menyelamatkan situasi yang sangat kritis. Ini dapat saya katakan sangat kritis," tegas Andi Gani.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya juga telah memberikan perhatian khusus terkait masalah tersebut.

Secara langsung Dasco menelepon Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk menindaklanjuti kendala ini.

Komunikasi tersebut dilakukan olehnya saat menyampaikan sambutan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026) lalu.

Kepada Simon, Dasco menyampaikan dirinya mendapatkan pertanyaan mengenai persoalan gas industri dan meminta penjelasan terkait jalan keluar yang dapat diambil.

"Halo, Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Raker KSPI. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi ini saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas," kata Dasco saat menelpon Dirut Pertamina dalam sesi sambutannya yang disambut tawa oleh sejumlah peserta.

"Jadi pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu soal gas industri apakah ada jalan keluar?" sambungnya sembari terus mengatur ulang mic di mimbar agar bisa menangkap suara Simon dalam panggilan telepon itu.

Simon merespons Dasco, suaranya terdengar cukup jelas di pengeras suara.

Dia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor distribusi gas industri, PT Perusahaan Gas Negara mengenai aspirasi yang disampaikan buruh.

"Saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN, dan dari kami tentunya komitmen kami agar supaya kami akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG," jawab Simon dalam sambungan telepon yang diarahkan Dasco pada mikrofon.

Dia menambahkan, Pertamina akan berusaha melakukan perbaikan guna mendukung sektor industri.

Termasuk dalam upaya untuk menurunkan tarif gas industri agar lebih bersaing.

"Kami tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan, dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai," kata Simon.

Terkini