JAKARTA – Disdukcapil DKI memberikan layanan kependudukan kepada 2.133 warga binaan di lapas dan rutan guna memastikan hak administrasi dan hak pilih mereka terpenuhi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengambil langkah proaktif dalam memfasilitasi kebutuhan identitas bagi penghuni lembaga pemasyarakatan.
"Layanan jemput bola ini merupakan upaya nyata Pemprov DKI untuk menjamin seluruh warga, termasuk warga binaan, memiliki dokumen kependudukan yang sah," ungkap Budi Awaluddin, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Selasa (28/4/2026).
Budi Awaluddin menegaskan bahwa ketersediaan dokumen kependudukan yang akurat sangat krusial bagi warga binaan untuk mengakses berbagai layanan publik lainnya di masa depan.
Proses administrasi ini mencakup perekaman kartu tanda penduduk elektronik hingga aktivasi identitas kependudukan digital secara langsung di lokasi.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi strategis dalam menyusun daftar pemilih yang akurat menjelang pelaksanaan pesta demokrasi daerah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta tersebut menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak kementerian hukum dan ham telah berjalan dengan sangat intensif.
Integrasi data kependudukan ini diharapkan mampu meminimalisir adanya kendala administratif bagi warga binaan saat harus menjalani prosedur hukum maupun pemenuhan hak sipil.
"Target kami adalah memastikan 100 persen warga binaan yang memiliki identitas Jakarta terdata dengan benar dalam sistem database kependudukan nasional," tutur Budi Awaluddin, sebagaimana dikutip dari antaranews.com, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan operasional di lapangan melibatkan puluhan petugas yang dikerahkan ke berbagai titik lapas dan rutan di wilayah ibu kota secara terjadwal.
Pihak otoritas meyakini bahwa keteraturan data identitas penghuni lapas akan mempermudah pengawasan serta pembinaan selama masa tahanan berlangsung.
Layanan ini diberikan tanpa pungutan biaya sebagai bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan administrasi kepada setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali.