Pembangunan Flyover Bekasi di Perlintasan KA Gunakan Bantuan Presiden

Selasa, 28 April 2026 | 20:39:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

BEKASI – Pembangunan flyover di perlintasan KA Bekasi mulai dikerjakan melalui skema Bantuan Presiden guna mengurai kemacetan parah yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Titik persimpangan sebidang antara jalan raya dan jalur kereta api selama ini menjadi pusat penumpukan kendaraan yang menghambat mobilitas warga setiap hari.

"Pembangunan flyover ini sangat penting karena frekuensi perjalanan kereta api yang semakin tinggi menyebabkan kemacetan luar biasa," ujar Raden Gani Muhamad, sebagaimana dilansir dari metrotvnews.com, Selasa (28/4/2026).

Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik dukungan dari pusat karena beban APBD daerah tidak akan mencukupi untuk proyek skala besar secara mandiri.

Raden Gani Muhamad berpendapat bahwa infrastruktur ini akan memberikan rasa aman lebih bagi pengendara saat melintasi jalur rel aktif.

Proses pengerjaan fisik di lapangan diharapkan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas yang sudah padat dengan skema rekayasa jalan yang matang.

Beberapa titik pembebasan lahan telah diselesaikan guna memperlancar akses alat berat menuju lokasi proyek utama di pusat kota.

Skema bantuan ini merupakan bukti perhatian serius pemerintah dalam membenahi konektivitas antarwilayah di daerah penyangga ibu kota.

"Kami berharap pengerjaan berjalan tepat waktu melalui skema Bantuan Presiden ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas," tutur Raden Gani Muhamad, melansir dari metrotvnews.com, Selasa (28/4/2026).

Pembangunan ini melibatkan koordinasi intensif antara Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan setempat dalam mengatur jadwal operasional konstruksi.

Fasilitas pendukung seperti penerangan jalan dan marka baru akan dipasang secara simultan seiring progres struktur atas bangunan.

Target penyelesaian proyek ini menjadi prioritas nasional guna mendukung integrasi transportasi moda raya terpadu yang sedang berkembang.

"Flyover ini dirancang untuk bertahan lama dengan standar teknis yang sesuai dengan beban kendaraan di area industri dan permukiman," ungkap Raden Gani Muhamad, dikutip dari metrotvnews.com, Selasa (28/4/2026).

Warga berharap kehadiran jalan layang ini mampu memangkas waktu perjalanan hingga 30 menit pada jam sibuk kerja.

Kualitas hidup penduduk Bekasi diprediksi akan meningkat seiring dengan berkurangnya polusi udara akibat kendaraan yang tertahan di lampu merah atau palang pintu kereta.

Terkini