JAKARTA – Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan rampung pada Juni 2026 untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Proyek strategis ini terus dipacu pengerjaannya agar gedung baru dapat segera difungsikan sebelum memasuki periode kalender pendidikan yang baru.
"Kami terus mendorong kontraktor agar bekerja sesuai jadwal sehingga seluruh ruang kelas dan laboratorium tuntas pada pertengahan tahun ini," ujar Heru Budi Hartono, sebagaimana dilansir dari news.detik.com, Selasa (28/4/2026).
Langkah percepatan diambil mengingat tingginya kebutuhan warga akan sarana belajar yang lebih layak di lokasi tersebut.
Heru Budi Hartono menyampaikan bahwa pengawasan ketat dilakukan di lapangan untuk memastikan spesifikasi bangunan tetap terjaga dengan baik.
Fasilitas yang mencakup 12 ruang kelas baru serta perpustakaan digital ini diharapkan mampu menampung lebih banyak siswa dari lingkungan sekitar.
Integrasi teknologi dalam kurikulum sekolah rakyat menjadi agenda penting seiring dengan penyelesaian pembangunan infrastruktur fisik.
Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan tenaga pengajar tambahan yang akan ditempatkan di unit pendidikan tersebut segera setelah peresmian.
"Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pendidikan yang aksesibel bagi kalangan menengah ke bawah," tutur Heru Budi Hartono, melansir dari news.detik.com, Selasa (28/4/2026).
Selain gedung utama, penataan area lingkungan sekolah termasuk drainase dan ruang terbuka hijau juga menjadi prioritas dalam sisa waktu pengerjaan.
Distribusi material konstruksi dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti guna menghindari penundaan jadwal operasional.
Sinergi antara dinas pendidikan dan instansi terkait diperkuat untuk menyelesaikan perizinan serta penyaluran mebel sekolah secara simultan.
"Target kami adalah menyerahkan kunci gedung pada akhir Juni agar proses pendaftaran murid baru tidak mengalami kendala," tegas Heru Budi Hartono, dikutip dari news.detik.com, Selasa (28/4/2026).
Masyarakat menyambut positif kehadiran sekolah ini karena jarak tempuh yang lebih dekat dari permukiman padat penduduk.
Keberadaan sarana pendidikan yang mumpuni diyakini akan menjadi pendorong utama bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.