Budaya Bersih Jadi Fondasi Utama Pembangunan Daerah di Hulu Sungai Utara

Selasa, 28 April 2026 | 20:39:21 WIB
Gerakan Moral Asri di GOR Pangeran Suryanata, Amuntai

AMUNTAI – Budaya bersih kini dijadikan sebagai fondasi utama dalam setiap aspek pembangunan daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara demi menciptakan lingkungan berkualitas.

Pemerintah daerah meyakini bahwa kemajuan fisik suatu wilayah harus dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kebersihan itu harus menjadi bagian dari karakter kita semua jika ingin melihat pembangunan di daerah ini berjalan maksimal dan berkelanjutan," ujar Zakly Asswan, sebagaimana dilansir dari rri.co.id, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fasilitas publik yang telah dibangun dapat terjaga fungsinya dalam jangka waktu yang lama.

Zakly Asswan berpendapat bahwa kedisiplinan warga dalam mengelola sampah mencerminkan tingkat kesiapan daerah dalam menerima investasi dan kunjungan wisatawan.

Setiap satuan kerja perangkat daerah diinstruksikan untuk menyisipkan pesan edukasi lingkungan dalam setiap program pembangunan yang dijalankan.

Transformasi sosial ini diharapkan mampu menciptakan suasana kota yang lebih sehat dan meminimalisir risiko bencana ekologis.

Visi pembangunan masa depan tidak hanya terpaku pada gedung dan jalan, namun juga pada kualitas udara serta keasrian sungai yang menjadi urat nadi wilayah tersebut.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan, melainkan butuh partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan HSU yang lebih asri," tutur Zakly Asswan, melansir dari rri.co.id, Selasa (28/4/2026).

Pemerintah juga berencana meningkatkan fasilitas pengolahan limbah di beberapa titik strategis guna mendukung kampanye budaya hidup sehat ini.

Penataan ruang publik yang bersih dianggap sebagai magnet bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di sekitar pusat kota.

Integrasi nilai-nilai lokal ke dalam kebijakan lingkungan menjadi kunci agar program ini diterima dengan baik oleh seluruh warga.

"Budaya bersih adalah investasi sosial yang dampaknya akan sangat dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang," tegas Zakly Asswan, dikutip dari rri.co.id, Selasa (28/4/2026).

Masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai tindakan nyata mendukung kemandirian tata kelola lingkungan daerah.

Komitmen bersama antara otoritas daerah dan penduduk menjadi syarat mutlak bagi tercapainya cita-cita pembangunan yang harmonis dan merata.

Terkini