BANJARMASIN – Realisasi investasi di Kalsel capai Rp3,2 triliun pada 2025 yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan potensi daerah yang meningkat.
Performa ekonomi di wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang tahun lalu.
Arus modal yang masuk ke berbagai sektor unggulan menjadi penggerak utama pertumbuhan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.
"Realisasi investasi di Kalsel capai Rp3,2 triliun pada 2025 atau tumbuh sebesar 12 persen dibandingkan capaian pada periode tahun sebelumnya," ujar Endang Larasati, sebagaimana dilangsir dari antaranews.com, Senin (27/4/2026).
Pemerintah daerah terus berkomitmen menyederhanakan proses perizinan guna menarik minat lebih banyak penanam modal dari dalam dan luar negeri.
Endang Larasati menjelaskan bahwa sektor pertambangan dan perkebunan masih mendominasi komposisi modal yang masuk ke bumi Lambung Mangkurat tersebut.
Namun, diversifikasi ke sektor pariwisata dan industri pengolahan mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan dalam laporan tahunan tersebut.
"Capaian ini membuktikan bahwa iklim usaha di Kalimantan Selatan tetap kondusif meski di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu," ujar Endang Larasati, sebagaimana dilangsir dari antaranews.com, Senin (27/4/2026).
Penguatan infrastruktur konektivitas antarwilayah dipandang sebagai faktor kunci yang memperlancar distribusi barang dan jasa para pelaku usaha.
Integrasi sistem pelaporan penanaman modal secara digital juga berkontribusi besar dalam memetakan sebaran investasi secara lebih akurat.
Pihak otoritas berharap angka ini dapat terus ditingkatkan melalui promosi potensi daerah yang lebih agresif pada tingkat nasional.
Endang Larasati berpendapat bahwa keberhasilan mempertahankan ritme investasi ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
"Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus tetap dijaga agar target investasi pada tahun berjalan dapat terlampaui kembali," ujar Endang Larasati, sebagaimana dilangsir dari antaranews.com, Senin (27/4/2026).
Meningkatnya angka realisasi ini diharapkan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan yang lebih inklusif di seluruh kabupaten dan kota.