JAKARTA – Satpol PP DKI Jakarta secara resmi mengusulkan penambahan personel guna menekan beban kerja anggota di lapangan yang saat ini masih jauh dari kata ideal.
Kekuatan pasukan penegak perda saat ini dinilai tidak sebanding dengan luasnya wilayah tugas yang harus dijaga setiap hari.
"Namun, kondisi saat ini masih jauh dari standar ideal tersebut," ujarnya merujuk pada kebutuhan personel per kelurahan, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Sabtu (25/4/2026).
Satriadi Gunawan menjelaskan bahwa rasio anggota di tingkat kelurahan saat ini hanya berjumlah 7 hingga 10 orang dari kebutuhan ideal sebanyak 18 sampai 20 petugas.
Sistem kerja yang terbagi dalam 3 sif membuat jumlah pengawas di tiap waktu bertugas menjadi sangat minim.
"Dengan sistem pembagian tiga sif, jumlah personel di tiap sif menjadi sangat terbatas sehingga berdampak pada tingginya beban kerja yang harus ditanggung masing-masing anggota," jelas Satriadi, melansir dari antaranews.com, Sabtu (25/4/2026).
Pihak otoritas keamanan kota menyebutkan total kekuatan saat ini baru menyentuh angka 5.000 anggota.
Satriadi Gunawan berpendapat bahwa idealnya instansi yang dipimpinnya diperkuat oleh setidaknya 10.000 personel untuk mencakup seluruh kebutuhan pengamanan ibu kota.
"Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Jadi, sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal. Bukan karena kasatnya, tapi karena memang kondisionalnya, yang beban kerja dan sarana prasarananya yang luar biasa," ucap Satriadi, mengutip dari antaranews.com, Kamis (23/4/2026).
Beban fisik yang sangat berat di lapangan ditengarai menjadi pemicu utama menurunnya kondisi kesehatan para petugas.
Ketiadaan ruang istirahat yang layak di kantor kelurahan memaksa para penjaga ketertiban ini tidur di selasar atau tempat ibadah.
Fasilitas pendukung yang terbatas ini memperburuk stamina anggota yang harus bersiaga penuh selama 24 jam.
Pihak legislatif kini tengah meninjau permohonan penambahan sumber daya manusia tersebut agar layanan publik tidak terganggu.