BANJARMASIN – Program TMMD Banjarmasin bangun jembatan di kawasan pinggiran seperti Sungai Gampa dan Basirih untuk mempercepat pemerataan infrastruktur di lahan rawa.
Upaya ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau akibat keterbatasan akses penghubung antaraliran sungai.
"Seperti di wilayah Sungai Gampa, Basirih Selatan dan Basirih Dalam," ujarnya di Banjarmasin, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah kota menilai keterlibatan TNI dalam pembangunan fisik mampu memberikan hasil yang lebih cepat dan efisien.
Muhammad Yamin berpendapat bahwa kondisi geografis kota yang didominasi lahan rawa memerlukan penanganan infrastruktur yang spesifik dan masif.
Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar proyek fisik namun mampu mengubah wajah ekonomi di daerah pinggiran.
“Kita ingin pembangunan ini tepat sasaran, bukan hanya selesai secara proyek, tapi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Yamin dikutip dari antaranews.com.
Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak awal bulan ini melalui tahap persiapan.
Proses pengerjaan utama dijadwalkan berlangsung selama 1 bulan penuh dengan melibatkan personel gabungan dan dukungan warga setempat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat," ujar Slamet Riyadi dilansir dari antaranews.com.
Pihak TNI menekankan bahwa partisipasi aktif dari penduduk lokal menjadi faktor paling menentukan dalam kelancaran pengerjaan di lapangan.
Selain infrastruktur fisik, program ini juga bertujuan memperkuat ikatan sosial dan ketahanan nasional di tingkat kelurahan.
Koordinasi yang solid antara instansi militer dan kepolisian menjadi kekuatan tambahan agar seluruh target pembangunan tercapai tepat waktu.
Keberhasilan proyek ini nantinya diproyeksikan menjadi rujukan utama bagi skema pembangunan berbasis kolaborasi di wilayah Kalimantan Selatan lainnya.