Jembatan Rajang Kampuang Dama Kembali Hubungkan Warga Padang Pariaman

Sabtu, 25 April 2026 | 19:42:04 WIB
Ilustrasi peresmian jembatan

PADANG PARIAMAN – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis meresmikan Jembatan Rajang Kampuang Dama yang menjadi urat nadi penghubung antar nagari setelah rusak bertahun-tahun.

Kehadiran jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 2 meter ini mengakhiri kesulitan akses yang dirasakan warga selama hampir 4 tahun terakhir.

Bupati John Kenedy Azis memilih mengendarai sepeda motor menuju lokasi acara sebagai simbol efisiensi energi sekaligus mendekatkan diri dengan suasana pedesaan.

“Dari kegiatan gowes tersebut, kami menerima laporan terkait kerusakan jembatan ini. Walaupun di tengah tekanan efisiensi anggaran, aspirasi masyarakat Kampuang Dama tetap menjadi prioritas. Alhamdulillah, hari ini jembatan ini bisa kita resmikan,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari portal berita resmi, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah daerah menganggap pemulihan infrastruktur ini sebagai langkah mendesak karena statusnya sebagai jalur utama penghubung antar nagari.

John Kenedy Azis menjelaskan bahwa perbaikan sarana publik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan sosial masyarakat setempat.

“Kami berharap jembatan ini dapat dijaga dengan baik agar bertahan lama. Ke depan, kita juga akan mengupayakan peningkatan statusnya menjadi jembatan permanen. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tambahnya.

Wali Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Zainal, menyebutkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan perbaikan jembatan ini telah berlangsung sejak tahun 2018.

Kondisi infrastruktur tersebut sempat memprihatinkan bahkan sama sekali tidak bisa dilalui akibat hantaman banjir pada tahun 2025 yang lalu.

“Sejak saya menjabat pada 2018, ini menjadi usulan prioritas kami setiap tahun. Pada 2021 sempat dilakukan rehabilitasi, namun hanya sebatas penggantian lantai dan tidak bertahan lama. Bahkan pada 2025, akibat banjir, jembatan ini tidak bisa lagi dilalui,” jelasnya.

Struktur baru jembatan ini kini dibangun dengan konstruksi yang lebih kokoh dan bersifat semi permanen agar lebih tahan terhadap beban transportasi warga.

Masyarakat kini merasa lega karena mobilitas menuju pusat kecamatan serta fasilitas kesehatan tidak lagi harus menempuh rute memutar yang jauh.

“Alhamdulillah, tahun ini jembatan dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat, bersifat semi permanen, dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Ini adalah mimpi warga kami yang akhirnya terwujud,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap seluruh lapisan warga ikut bertanggung jawab dalam merawat aset publik ini agar masa pakainya bisa lebih lama.

“Masih banyak agenda pembangunan yang harus kita tuntaskan. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar visi Padang Pariaman yang unggul, berkelanjutan, religius, sejahtera, dan berbudaya dapat terwujud,” tutupnya.

Zainal menambahkan bahwa jembatan ini memiliki peran strategis bagi anak sekolah dan pelaku usaha kecil yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Pembangunan jembatan permanen tetap menjadi target jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan konektivitas wilayah yang lebih stabil dan kuat.

Terkini