KABUPATEN BOGOR – Pembangunan Bogor Barat kini menyasar penguatan infrastruktur dan kemandirian desa guna menciptakan pusat ekonomi baru di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto.
Wilayah barat resmi masuk dalam skala prioritas utama dalam peta jalan pembangunan yang dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa perubahan signifikan pada aspek fisik wilayah tersebut harus mulai terlihat nyata dalam durasi 2 tahun mendatang.
“Dalam 2 tahun ke depan, Bogor Barat harus mengalami perubahan signifikan. Kita kejar, terutama dari sisi infrastruktur,” ujarnya sebagaimana dilansir dari portaljabar.kabobogor.go.id, Jumat (24/4/2026).
Langkah konkret ini mencakup perbaikan aksesibilitas di kawasan Parung Panjang hingga pembukaan jalur baru menuju arah Sukabumi.
Pemerintah daerah juga mengandalkan kolaborasi lintas sektor termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk menangani titik longsor.
Bupati Bogor berpendapat bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada seberapa kuat peran desa dalam mengelola potensi lokal secara mandiri.
Alokasi dana untuk setiap desa kini ditingkatkan hingga menyentuh angka 1.500.000.000 rupiah agar eksekusi program prioritas lebih fleksibel.
“Desa harus menjadi ujung tombak pembangunan. Kita ingin kebijakan yang dibuat di kabupaten benar-benar terasa sampai ke masyarakat,” jelas Rudy kembali dikutip dari portaljabar.kabobogor.go.id.
Program pendukung lainnya melibatkan digitalisasi data serta beasiswa minimal 1 sarjana untuk tiap unit pemerintahan desa.
Visi jangka panjang juga mencakup pembangunan pusat layanan terpadu yang diproyeksikan menjadi embrio pusat pemerintahan masa depan.
Proyek strategis seperti fasilitas pengolahan sampah di Cibungbulang dan kawasan olahraga di Rancabungur mulai masuk tahap perencanaan serius.
Rudy Susmanto meyakini bahwa rencana perpanjangan jalur kereta listrik hingga ke Jasinga akan memicu ledakan pertumbuhan ekonomi baru.
“Saya kerjakan yang besar-besar, sementara implementasinya di lapangan ada di desa. Maka kekompakan dan sinergi menjadi kunci,” tegas Rudy dilansir dari portaljabar.kabobogor.go.id.
Di sisi lain, para aparatur tingkat bawah menyambut baik ruang komunikasi yang dibuka langsung oleh pimpinan daerah tersebut.
Jani Nurjaman mengapresiasi kesempatan bagi para kepala desa untuk menyampaikan kendala lapangan secara langsung demi perbaikan kebijakan.
“Terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah memberikan ruang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi. Pada pertemuan ini, sejumlah aspirasi bisa langsung disampaikan kepada Bupati Bogor,” ujar Jani sebagaimana dikutip dari portaljabar.kabobogor.go.id.
Keselarasan antara kebijakan pusat kabupaten dan kebutuhan riil warga desa diharapkan menjadi motor utama pemerataan pembangunan.