Gubernur Koster Pastikan Peletakan Batu Pertama PSEL Dilakukan 8 Juli

Kamis, 23 April 2026 | 13:16:24 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster

JAKARTA – Gubernur Koster pastikan peletakan batu pertama PSEL dilakukan 8 Juli sebagai langkah nyata transformasi pengolahan sampah modern berbasis teknologi di Bali.

Rencana besar untuk membenahi tata kelola limbah di Pulau Dewata kini memasuki babak baru yang lebih konkret. Kepastian mengenai dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah energi listrik menjadi angin segar bagi upaya pemulihan ekosistem di kawasan yang selama ini terbebani oleh tumpukan sampah domestik.

Langkah ini diambil setelah melalui serangkaian kajian teknis dan pemenuhan dokumen administratif yang cukup panjang. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan pusat inovasi yang mampu mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi baru bagi masyarakat sekitar.

"Kami pastikan peletakan batu pertama proyek PSEL di Suwung ini akan dilakukan pada 8 Juli mendatang," Ujar Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis, 23 April 2026.

Pembangunan ini menjadi sangat krusial mengingat kapasitas lahan pembuangan yang ada sudah hampir mencapai batas maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi yang diterapkan diklaim mampu mereduksi volume sampah secara signifikan sekaligus meminimalisasi dampak polusi udara dan pencemaran air tanah di wilayah Denpasar.

Pemerintah daerah optimis bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan mempercepat proses konstruksi fisik agar target operasional bisa tercapai tepat waktu. Selain fokus pada aspek teknis, proyek ini juga dirancang untuk membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga lokal yang memiliki keahlian di bidang industri hijau.

"Peletakan batu pertama akan menjadi tanda dimulainya pengerjaan konstruksi fisik yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat," Ujar Wayan Koster.

Dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait menjadi modal utama dalam mengawal proyek strategis nasional ini di tingkat daerah. Keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya menjadi ruh utama dalam setiap kebijakan yang diambil demi menjaga martabat alam Bali sebagai destinasi dunia.

Masyarakat kini menaruh harapan besar agar fasilitas ini dapat segera beroperasi penuh guna mengakhiri ketergantungan pada metode penimbunan sampah konvensional. Transformasi ini diyakini akan memperkuat citra Bali sebagai provinsi yang memelopori penerapan ekonomi sirkular dan perlindungan lingkungan di Indonesia.

"Semua persiapan sudah berjalan dengan baik, termasuk koordinasi dengan kementerian pusat terkait pendanaan dan perizinan," Ujar Wayan Koster.

Terkini