JAKARTA - Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kalimantan Selatan resmi digarap oleh PT PP (Persero) Tbk guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Langkah strategis ini menandai dimulainya proyek infrastruktur raksasa yang akan menghubungkan daratan utama Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa perolehan proyek ini merupakan wujud kepercayaan besar terhadap perseroan untuk memimpin pembangunan konstruksi berskala nasional tersebut.
Sinergi BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Strategis
Dalam keterangannya pada Jumat 10 April 2026, Joko menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan melalui skema Joint Operation (JO) dengan porsi kepemilikan perseroan sebesar 50 persen.
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi kendala distribusi logistik yang selama ini masih sangat bergantung pada transportasi laut yang cukup terbatas kapasitasnya.
Dampak kebijakan ini bagi masyarakat lokal akan sangat terasa pada kemudahan mobilitas harian serta efisiensi biaya transportasi barang dari dan menuju wilayah Kabupaten Kotabaru.
Target Penyelesaian Proyek Multiyears 2026-2028
Proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut ini dirancang sebagai program tahun jamak yang memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama total 1.005 hari kalender ke depan.
Pemerintah dan kontraktor pelaksana berkomitmen untuk menjaga standar mutu dan keselamatan kerja yang tinggi agar jembatan ini dapat berdiri kokoh sebagai ikon baru daerah.
Masa pemeliharaan jembatan juga telah ditetapkan selama 730 hari setelah proses pembangunan selesai guna memastikan fungsionalitas infrastruktur tetap berada dalam kondisi yang optimal bagi publik.
Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Tanah Bumbu
Pembangunan infrastruktur konektivitas ini diprediksi akan menjadi pemantik masuknya investasi baru ke wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di sektor industri dan perdagangan masyarakat setempat.
Aksesibilitas yang lebih terbuka akan membuka isolasi wilayah tertentu, sehingga potensi wisata dan ekonomi kreatif masyarakat lokal dapat berkembang jauh lebih pesat dari sebelumnya.
Perseroan yakin bahwa percepatan pembangunan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan pendapatan asli daerah serta menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.
Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu Pengerjaan
Joko Raharjo menambahkan bahwa PTPP akan memastikan setiap tahapan pengerjaan jembatan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja sama dengan pihak pemerintah.
Keterbukaan informasi dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan utama bagi perseroan dalam menyelesaikan proyek strategis nasional yang bernilai triliunan rupiah ini.
Diharapkan dengan rampungnya proyek ini kelak, integrasi sektor konstruksi dan penguatan struktur keuangan daerah dapat tercapai demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Pulau Kalimantan.
Integrasi Konektivitas Nasional di Kalimantan Selatan
Proyek ini juga sejalan dengan arah kebijakan restrukturisasi BUMN yang mendorong efisiensi serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan proyek fisik yang didanai oleh anggaran negara.
Peningkatan infrastruktur di Kalimantan Selatan bukan hanya soal membangun fisik bangunan, melainkan upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga di pelosok Nusantara.
Dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar proses pembangunan jembatan sepanjang ribuan hari ini dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala teknis berarti.