Jembatan Enang-Enang Tetap Beroperasi dengan Penguatan Struktur Penyangga

Jembatan Enang-Enang Tetap Beroperasi dengan Penguatan Struktur Penyangga
Ilustrasi Jembatan Enang-Enang (FOTO: NET)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memutuskan untuk tetap mengoperasikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melalui langkah penguatan struktur demi merespons aspirasi masyarakat.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, di Jakarta, Rabu, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah dirinya meninjau langsung kondisi lapangan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (7/7).

Tito menjelaskan pemerintah telah menyetujui tiga agenda penanganan di wilayah tersebut, yakni pelebaran dan perbaikan jalur alternatif Simpang Werlah, pembangunan jembatan permanen oleh Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemeliharaan fungsi Jembatan Enang-Enang melalui penguatan struktur.

"Kami sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya," kata Tito.

Ia memaparkan keputusan untuk mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan warga, mengingat lintasan tersebut merupakan akses tercepat menuju pusat ekonomi, pendidikan, serta layanan publik.

Meski demikian, kendaraan bermuatan berat untuk sementara waktu dilarang melintas hingga analisis teknis mengenai kondisi jembatan selesai dilakukan.

"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kami tidak ingin terjadi kecelakaan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, menyatakan pengerjaan penguatan Jembatan Enang-Enang akan segera dimulai menggunakan konstruksi beton siklop pada bagian fondasi serta abutment yang terdampak bencana.

"Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," katanya.

Di samping penanganan jangka pendek, BPJN Aceh sedang menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru di dekat Jembatan Enang-Enang dengan bentang sekitar 300 meter.

Finalisasi desain ditargetkan tuntas pada tahun 2026, sementara konstruksi fisik dijadwalkan mulai pada tahun 2027 setelah analisis teknis rampung.

Pemerintah juga akan memperlebar jalur alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter serta membangun jembatan permanen di jalur tersebut agar kendaraan berat tetap memiliki akses selama proses pembangunan berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index