Proyeksi Terbaru Menkeu: Belanja Negara 2026 Capai Rp 3.942 Triliun

Proyeksi Terbaru Menkeu: Belanja Negara 2026 Capai Rp 3.942 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantisipasi realisasi pengeluaran negara di tahun 2026 akan melampaui batas yang ditentukan dalam APBN.

Melalui gambaran outlook APBN 2026, pengeluaran negara diperkirakan mencapai Rp 3.942,4 triliun atau ekuivalen dengan 102,6 persen dari plafon APBN yang ditetapkan sebesar Rp 3.842,7 triliun.

"Outlook belanja negara diproyeksikan sebesar Rp 3.942,4 triliun atau mencapai 102,6 persen dibandingkan pagu APBN," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Angka tersebut mengalami kenaikan 14,8 persen jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran negara pada tahun 2025 yang berada di angka Rp 3.435,5 triliun.

Purbaya menjelaskan bahwa lonjakan pengeluaran tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah serta menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli publik.

"Outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, dan tambahan otsus," katanya.

Purbaya mengungkapkan, estimasi pengeluaran tersebut telah menyertakan tambahan dana sebesar Rp 132 triliun yang diperuntukkan bagi pelunasan kewajiban pemerintah berupa subsidi dan kompensasi.

"Selain itu, outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp 132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah subsidi dan kompensasi," katanya.

Pemerintah juga mengusulkan pergeseran dana antara Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga (BA K/L) guna memperkuat jaminan sosial kesehatan serta meningkatkan kinerja pelayanan publik kementerian dan lembaga.

Pengeluaran pemerintah pusat sendiri diprediksi mencapai Rp 3.245,5 triliun atau sekitar 103 persen dari plafon APBN.

Sementara itu, transfer dana ke daerah diproyeksikan mencapai Rp 696,9 triliun atau 100,6 persen dari target awal.

Meski pengeluaran negara diprediksi melampaui plafon, pemerintah juga memperkirakan bahwa penerimaan negara akan melampaui target yang ditetapkan.

Outlook penerimaan negara diestimasi sebesar Rp 3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Dengan kondisi tersebut, defisit APBN diperkirakan mencapai Rp 734,3 triliun atau sekitar 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Estimasi ini memang lebih besar dibandingkan target awal APBN sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB, namun tetap terjaga di bawah batas maksimal defisit 3 persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.

"Saya yakin kami masih bisa menekan defisit ini ke bawah," tandas Purbaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index