Sisi Unik Piala Dunia 2026: Turis Berburu Kuliner AS

Sisi Unik Piala Dunia 2026: Turis Berburu Kuliner AS
Ilustrasi makanan Amerika Serikat (FOTO: NET)

WASHINGTON - Piala Dunia 2026 yang digelar di sejumlah kota di Amerika Serikat tidak sekadar menyajikan kemeriahan dari kompetisi sepakbola saja.

Namun, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berburu kuliner bagi para pendukung yang datang dari luar Amerika Serikat.

Banyak suporter dari berbagai penjuru negara mempergunakan momen berharga ini untuk mencicipi hidangan di Amerika Serikat yang selama ini cuma bisa mereka saksikan via media sosial.

Semenjak menginjakkan kaki di kota-kota penyelenggara seperti Dallas, Kansas City, hingga Seattle, para pendukung dari beraneka negara tersebut ramai mengunggah pengalaman bersantap mereka di media sosial.

Mulai dari ukuran porsi makanan yang sangat besar, tradisi pengisian ulang minuman secara gratis, hingga besarnya dominasi waralaba restoran cepat saji, seluruh hal tersebut menjadi perhatian utama dan mendadak viral di berbagai platform digital.

Menyadur NDTV, Rabu (24/6/2026), sebuah tayangan video memperlihatkan pelancong asal Jepang yang baru pertama kali mencicipi hidangan Texas barbecue di Dallas.

Turis tersebut tampak kaget melihat takaran porsi yang begitu besar serta aroma daging asap yang begitu kuat.

"Jujur, melihat orang dari negara lain menikmati makanan kami lebih menghibur daripada pertandingan piala dunia itu sendiri," bunyi komentar netizen.

Momen unik lainnya muncul dari turis asal Inggris yang mendatangi Buc-ee's, sebuah jaringan pusat peristirahatan raksasa di Amerika Serikat yang populer karena fasilitasnya yang lapang serta memiliki puluhan stasiun pengisian bahan bakar.

"Melihat pengunjung piala dunia merasakan budaya Amerika dan bersenang-senang itu sangat menyenangkan," tulis komentar di media sosial wisatawan Inggris itu.

Perihal lain yang juga banyak memikat atensi para pelancong dari Eropa ialah tradisi isi ulang minuman secara cuma-cuma yang hampir tidak pernah dijumpai di negara asal mereka.

Sejumlah pelancong bahkan menyebut hal tersebut sebagai sebuah pengalaman yang sangat luar biasa.

Aktivitas berkunjung ke jaringan toko ritel dan restoran layaknya Walmart, Chick-fil-A, Waffle House, Taco Bell, hingga Chipotle pun ramai diunggah oleh mereka.

Keberagaman menu yang ditawarkan, takaran porsi yang jumbo, serta sistem pelayanan yang serba cepat sukses memicu rasa kagum sekaligus rasa heran bagi banyak pelancong.

Seorang pelancong asal Jerman pun menjadi viral sehabis mengunggah pengalamannya menjajal beraneka restoran cepat saji, termasuk Buffalo Wild Wings saat pertandingan pembuka kompetisi dimulai.

Tayangan video tersebut bahkan telah disaksikan hingga lebih dari 2,8 juta kali di jagat media sosial.

Fenomena unik ini pada akhirnya memicu kemunculan beraneka ragam meme yang mengilustrasikan pergeseran pola makan para pelancong setelah mencicipi kuliner khas Amerika Serikat sepanjang turnamen sepakbola itu bergulir.

Melihat dari sudut pandang industri, Global Chief Brand Officer Taco Bell, Taylor Montgomery, mengungkapkan bahwa ada banyak pelancong luar negeri yang datang dengan membawa ekspektasi tersendiri yang didapat dari budaya populer.

"Bagi banyak pengunjung internasional, makan di Taco Bell hampir menjadi sebuah ritual," ujarnya.

Pada saat yang sama, CEO National Restaurant Association, Michelle Korsmo, menyatakan bahwa seluruh pihak restoran di kota-kota penyelenggara telah melakukan persiapan matang guna menyambut lonjakan jumlah pelanggan.

Ia beranggapan bahwa kompetisi piala dunia periode ini bukan sekadar panggung olahraga semata, melainkan juga menjadi wadah pertukaran budaya lewat hidangan makanan di setiap kota yang menjadi tuan rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index