KSP Dudung Kawal Ketat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

KSP Dudung Kawal Ketat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menghadiri acara Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/BP2MI (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menjamin pihak negara bakal mengawasi secara ketat setiap tahapan yang dilewati calon pekerja migran Indonesia (PMI) sampai tiba di wilayah penempatan demi menyokong Gerakan Nasional Migran Aman.

Melalui keterangan tertulis yang didapat di Jakarta, Senin, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan keseriusan pemerintah untuk mendampingi sekaligus menjamin proteksi total bagi para pekerja domestik tersebut ketika datang ke agenda Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/BP2MI, Jakarta hari ini.

"Tidak serta merta kami memberangkatkan tenaga kerja begitu saja, tetapi betul-betul harus disiapkan dengan kemampuannya sehingga betul-betul nanti di daerah atau negara yang akan dituju ini mempunyai kualitas dan bisa membanggakan bangsa dan negara," kata Dudung.

Pada momen itu, pucuk pimpinan Kantor Staf Presiden (KSP) tersebut menegaskan bahwa lembaganya bakal memonitor penuh seluruh fase yang dihadapi calon pekerja migran, sejak masa persiapan, prosedur keberangkatan, periode kerja di negara tujuan, hingga waktu mereka pulang ke Indonesia.

Dudung secara spesifik menekankan krusialnya pemantapan keahlian, agar pemerintah tidak sekadar melepas tenaga kerja, melainkan mengirimkan SDM yang matang dan bermutu tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan pula bahwa rekam jejak kerja serta keahlian yang diperoleh di mancanegara itu kelak diharapkan mampu menjadi modal berharga untuk turut membangun tanah air sewaktu para pekerja tiba kembali di Indonesia.

Selain itu, Dudung turut menegaskan kembali betapa besarnya kepedulian Presiden Prabowo Subianto atas nasib serta keamanan para pahlawan devisa tersebut, sekaligus memberi garansi bahwa ke depannya tidak boleh ada lagi buruh migran Indonesia yang telantar di luar negeri tanpa proteksi dari pemerintah.

"Bapak Presiden Republik Indonesia sebelum jadi presiden saja sangat concern terhadap perlindungan tenaga kerja. Apalagi sekarang Prabowo Subianto sudah menjadi Presiden. Artinya saya akan memastikan sejauh mana perlindungan ini kepada masyarakat Indonesia di luar negeri," ujarnya.

Peluncuran gerakan tersebut mendapat sokongan penuh dari Kementerian P2MI.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, memaparkan bahwa agenda Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman ini pada dasarnya menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan instruksi langsung dari Presiden supaya negara senantiasa hadir demi membentengi para pekerjanya.

"Perlindungan adalah perintah pertama yang diberikan Bapak Presiden kepada kami, Kementerian P2MI. Dan itulah kami jabarkan, perlindungan itu kami mulai dari sebuah gerakan bersama bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri," jelas Mukhtarudin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index