JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggandeng LPDP Pusat guna mematangkan program beasiswa khusus Jakarta yang ditargetkan mulai berjalan untuk mahasiswa pada tahun depan.
Langkah kolaborasi ini diambil untuk memangkas jalur birokrasi yang panjang dalam pembentukan institusi baru.
Pramono Anung menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak pusat memungkinkan distribusi bantuan pendidikan dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu berdirinya lembaga mandiri di daerah.
"Kalau didirikan institusinya di DKI Jakarta prosesnya terlalu lama, padahal kami ingin mudah-mudahan tahun depan LPDP-nya untuk Jakarta bisa mulai dibagikan," ujar Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (4/5/2026).
Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa skema ini merupakan upaya strategis dalam memfasilitasi warga lokal agar mampu bersaing di level internasional.
Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya berencana memberangkatkan sekitar 100 mahasiswa untuk menempuh studi di berbagai universitas luar negeri.
Prioritas penerima manfaat ini akan menyasar warga asli Jakarta serta masyarakat Betawi agar mendapatkan akses pendidikan tinggi yang setara.
"Pada tahap awal, kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa. Dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi dan anak Jakarta. Karena bagaimanapun, sebagai ibu kota dan sesuai undang-undang, kita juga harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sekolah di luar negeri," kata Pramono Anung saat ditemui di Balai Kota pada, Senin (4/5/2026).
Penguatan sumber daya manusia ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menyongsong status baru Jakarta sebagai pusat ekonomi.
Selama ini bantuan pendidikan di wilayah Jakarta hanya terkonsentrasi pada level sarjana melalui program KJP serta KJMU.
Saat ini pemerintah telah memastikan perluasan jangkauan dana pendidikan hingga menyentuh jenjang S2 dan juga S3 bagi mahasiswa berprestasi.
Integrasi dengan sistem pusat diharapkan mampu menjaga transparansi serta standar kualitas seleksi bagi para calon penerima beasiswa tersebut.